Category Archives: Uncategorized

testing

baca selengkapnya….

Student Agreement

1. Pertanyaan :

Isilah student agreement pada link dibawah ini

https://ilp.raharja.ac.id/student-agreement/

2. Status : Tercapai 100%

3. Keterangan atau Pernyataan : Saya sudah mengerjakan assignment di atas

4. Bukti :

 

SKuP Muhammad Firmansyah

Assalamualaikum Wr, Wb..

Senyum semangat untuk mahasiswa iLp..

Nama saya Muhammad Firmansyah, saat ini saya sedang menempuh pendidikan Strata 1 di Perguruan Tinggi Raharja Jurusan Trinidad Informasi, Konsentrasi MAVIB. Semester 4 ini saya sedang megikuti salah satu mata kuliah Jaringan Komputer yang di bimbing oleh Bapak Dendy Jonas, M.Kom

Untuk Tugas- tugas yang di berikan dapat di lihat sebagai berikut

 

Tugas Paper 3 TL401A – Muhammad Firmansyah

  1. Tugas mandiri untuk mahasiswa untuk membuat Paper yang harus berisi ke 3 (Tiga) subject berikut
  • Masing – masing layer yang ada pada OSI Model menurut pemahaman mahasiswa beserta contohnya          dalam  dunia networking
  • Pendapat anda masing – masing mengenai kekurangan dan kelebihan dari masing – masing layer pada OSI        Model
  • Perbandingan antara OSI Model dan TCP Model

Jawaban:

  • Aplication Layer : Lapisan ke-7 ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup dimana aplikasi jaringan berkomunikasi dg layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, DNS, TELNET, NFS dan POP3.
  • Presentation Layer : Lapisan ke-6 ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
  • Session layer: Lapisan ke-5 ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah RPC (Remote Procedure Call), dan DSP (AppleTalk Data Stream Protocol).
  • Transport layer : Lapisan ke-4 ini berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah UDP, TCP, dan SPX ( Sequence Packet Exchange).
  • Network layer : Lapisan ke-3 ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah DDP (Delivery Datagram Protocol), Net BEUI, ARP, dan RARP (Reverse ARP).
  • Data-link layer : Lapisan ke-2 ini berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
  • Physical layer : Lapisan ke-1 ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah Ethernet, FDDI (Fiber Distributed Data Interface), ISDI, dan ATM.

Kekurangan dan Kelebihan
1. Layer Physical
– Kelebihan : .jarak jangkauannya cukup jauh.
– Kekurangan : mempunyai redaman yang relative besar
2. Layer Data-link
– Kelebihan : Bisa mengambil data dari kabel
– Kekurangan : Hanya menggunakan kabel Straight
3. Layer Network
– Kelebihan : Mengendalikan Aliran
– Kekurangan : Implementasi suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa tersebar di beberapa layer
4. Layer Transport
– Kelebihan : Bertanggung jawab menyediakan mekanisme multiplexing
– Kekurangan : Implementasi suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa tersebar di beberapa layer)
5. Layer Session
– Kelebihan : Bisa menutup dan membuka kembali protocol
– Kekurangan : : Implementasi suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa tersebar di beberapa layer)
6. Layer Presentation
– Kelebihan menanggapi permintaan dari layanan Layer Aplikasi dan permintaan masalah layanan kepada Session Layer.
– Kekurangan : Lapisan Terendah dalam OSI Layer
7. Layer Application
– Kelebihan : menyediakan layanan untuk program yang ingin menggunakan jaringan, dan pengguna
– Kekurangan : Implementasi suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa tersebar di beberapa layer)Kekurangan dan Kelebihan
1. Layer Physical
– Kelebihan : .jarak jangkauannya cukup jauh.
– Kekurangan : mempunyai redaman yang relative besar
2. Layer Data-link
– Kelebihan : Bisa mengambil data dari kabel
– Kekurangan : Hanya menggunakan kabel Straight
3. Layer Network
– Kelebihan : Mengendalikan Aliran
– Kekurangan : Implementasi suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa tersebar di beberapa layer
4. Layer Transport
– Kelebihan : Bertanggung jawab menyediakan mekanisme multiplexing
– Kekurangan : Implementasi suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa tersebar di beberapa layer)
5. Layer Session
– Kelebihan : Bisa menutup dan membuka kembali protocol
– Kekurangan : : Implementasi suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa tersebar di beberapa layer)
6. Layer Presentation
– Kelebihan menanggapi permintaan dari layanan Layer Aplikasi dan permintaan masalah layanan kepada Session Layer.
– Kekurangan : Lapisan Terendah dalam OSI Layer
7. Layer Application
– Kelebihan : menyediakan layanan untuk program yang ingin menggunakan jaringan, dan pengguna
– Kekurangan : Implementasi suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa tersebar di beberapa layer)

  • Perbandingan antara OSI Model dan TCP Model
TCP (Transmission Control Protocol) adalah salah satu jenis sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini, karena protokol ini mampu bekerja dan diterapkan pada lintas perangkat lunak dalam berbagai sistem operasi Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
OSI LAYER adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model). Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

 

 

Skup Ari daman huri

Author Guidelines

JOURNAL DESCRIPTION


Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) is a peer-reviewed journal published three times a year (March and September) by Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI). The ATT is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on technopreneurship. The ATT invites manuscripts in the areas of technology, marketing management, finance management, strategic management, operation management, human resource management, e-business, knowledge management, management accounting, management control system, management information system, international business, business economics, business ethics and suistainable, and entrepreneurship.

The primary criterion for publication in ATT is the significance of the contribution an article makes to the literature in technopreneurship area, the significance of the contribution and on the rigor of analysis and presentation of the paper. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.

 

AUDIENCE


The primary, but not exclusive, audiences are academicians, postgraduate students, business practitioners, and others interested people in business research.

 

POLICY ON DATA AVAILABILITY


The objective of the Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT),  is to provide the widest possible dissemination of knowledge based on systematic scholarly inquiries into business as a field of professional research and educational activity. As part of this process, authors are encouraged to make their data available for use by others in extending or replicating the results reported in their articles. Authors of articles which report data dependent results should footnote the status of the data availability and, when pertinent, this should be accompanied by information on how the data may be obtained.

 

REPRODUCTION POLICY


An objective of the Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT), is to promote the wide dissemination of the results of systematic scholarly inquiries into the broad field of Technopreneurship research. Permission is hereby granted to reproduce any of the contents of the journal for use in courses of instruction, as long as the source and “Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia” indicated in any such reproductions.

Written application must be made to the Editor-in-Chief for permission to reproduce any of the contents of the journal for use in other than a course of instruction – e. g., inclusion in books of readings or in any other publications intended for general distribution. In consideration for the grant of permission by the journal in such instances, the applicant must notify the author(s) in writing of the intended use to be made of each reproduction. Normally, the journal will not access a charge for the waiver of copyright.

Except where otherwise noted in articles, the copyright of articles in the journal has been transferred to the APTISI. Where the author(s) has (have) not transferred the copyright to the APTISI, the applicant must seek a permission to reproduce (for all purpose) directly from the author(s).

 

AUTHOR FEE


Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) will not charge anything to the author for submission fee or publication fee. Once the issue is published, the author will get an issue by email and post mail.

ABSTRACT AND INDEXING


Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) is indexed by

  • Google Scholar
  • LIPI
  • Mendeley
  • Copernicus
  • DOAJ
  • OAI
  • PKP Index
  • CiteFactor
  • PubMed
  • OpenAIRE
  • BASE
  • Indonesian Publication Index
  • Science Citation Index
  • Citebase
  • Science Citation Index
  • Scopus
  • CiteULike
  • EBSCO
  • Directory of Research Journals Indexing (DRJI)
  • MathSciNet
  • OAIster
  • Citeseer
  • BIOSIS
  • Garuda
  • Research Gate
  • Compendex
  • Directory of Science
  • Academic Journals Database
  • Thomson Reuters
  • CABI

SUBMISSION POLICY


The Author should submit the manuscript in word format to the ATT Editorial Office by online submission https://pandawan.aptisi.or.id/index.php/att All manuscripts must be prepared according to the Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) guidelines.

Upon the submission of the manuscripts, author(s) will receive the confirmation of the submission along with some submission declaration forms that need to be filled and signed before Editors can process the manuscript.

 

PEER REVIEW PROCESS and EDITORIAL DECISION


All submitted manuscripts are read by the editorial staff. Those manuscripts evaluated by editors to be inappropriate to journal criteria are rejected promptly without external review. Manuscripts evaluated to be of potential interest to our readership are sent to double blind reviewers. The editors then make a decision based on the reviewer’s recommendation from among several possibilities: rejected, require major revision, need minor revision, or accepted.

The Editor-in-Chief of Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) has the right to decide which manuscripts submitted to the journal should be published.

Review Process:

  1. Author submit the manuscript
  2. Editor Evaluation [some manuscripts are rejected or returned before the review process]
  3. Double-blind peer review process
  4. Editor Decision
  5. Confirmation to the authors 

Author Guideline


ATT manuscript preparation and style guidelines follow, with a slight modification, documentation 2 of the Chicago Manual of Style (14th ed., University of Chicago Press).

Format

The manuscripts should be typed in A4 (210mm x 297mm), 12-point Times News Roman font and must be 1.5 line-spaced, except indented quotations. The manuscript must be saved as a word file. All pages, including tables, appendices and references, should be serially numbered. Spell out numbers from one to ten, except when used in tables and lists, and when used with mathematical, statistical, scientific or technical units and quantities, such as distances, weights and measures. For example: three days; 3 kilometers; 30 years. All other numbers are expressed numerically. Authors are encouraged to use ATT template. Sample template is included at the end of this document.

Language

The manuscript must be written in good academic English. Spelling follows Webster’s International Dictionary. To ensure anonymous review, authors should not identify themselves directly or indirectly in their papers. Single author should not use the word “we”. Authors for whom English is not their native language are encouraged to have their paper checked before submission for grammar and clarity.

Article Length

The article should be between 4000 and 7000 words. The allowable length of the manuscript is at Editor’s discretion; however, manuscript with a length less or exceeding the words may be return to the author(s) for revision before the manuscript is considered by the Editors. The word count excludes table, figures, and references.

 

TITLE PAGE

Article Title

The title of the article should be specific and effective, approximately 150 characters. Write an article title using simple and straightforward language that can offer readers a glimpse of the content with their first glance.

Author name and Affiliations

The full name of each author, affiliation of each author at the time research was completed and addressed to each author including full postal address, telephone, and email addresses. Where more than one author has contributed to the articles, please provide detail information for the corresponding author. The detail information about the author will be placed on ABOUT THE AUTHORS page.

Abstract

The abstract should stand alone, means that no citation in the abstract. The abstract should concisely inform the reader of the manuscript’s purpose, its methods, its findings, and its value. The abstract should be relatively nontechnical, yet clear enough for an informed reader to understand the manuscript’s contribution. The manuscript’s title, but neither the author’s name nor other identification designations, should appear on the abstract page. An abstract, of no more than 160 words, should be presented both in English and Indonesian on a separate page immediately preceding the text of the manuscript. (Indonesian abstract will be provided for the non- Indonesian author once the manuscript is accepted for publication)

Keyword

Keywords are an important part of abstract writing. Authors should select a maximum of 5 keywords that are specific and reflect what is essential about the articles. Keywords and the article classification should be provided after the abstract.

JEL Classification Numbers

Authors should add 1- 3 JEL Classification Number. Information guide for the Journal of Economic Literature (JEL) can be found at https://www.aeaweb.org/jel/guide/jel.php

 

MAIN ARTICLE

Manuscript submitted to this journal should have the main heading as follows:

Introduction

Literature Review

Methods

Result and Discussion

Conclusion

Acknowledgment (if any)

References

Authors may use some flexible term for the subheading following the above main heading. Authors are encouraged to use manuscript’s template that is found at the end of this guideline.

Artwork


Author must provide high quality artwork for all illustrations. Poor resolution or definition is not acceptable. Tables and Figures should be numbered separately. (Table 1, Table 2; Figure 1, Figure 2). Each table and figure should be given a title and should be presented on a separate page at the end of the manuscript. Figures and tables reproduced from already published work must be accompanied by permission of the original publisher (or copyright holder, if not the publisher). Please indicate the position of figures and tables in the text as follows:

Reading Comprehension 1 BL102D– Burhanudin

Questions:

  1. Read the text quickly and sign the difficult words
  2. Make a list of new vocabulary with their meaning
  3. Reread the text and answer the questions given
  4. Translate the passasage into Indonesian language
  5. Read the text again and write the ideas of each paragraph
  6. Make a summary of the passage

Put your answer in an answer field in a form of SKUP in BL102D iMe class and submit it in a form of a link in BL102D iDu class.
Cheers!

Status : reached 100%

Information : has done the task according to instructions.

Evidence :

  • Translate Reading 1

Opera adalah bentuk seni di mana penyanyi dan musisi melakukan karya dramatis yang menggabungkan teks (disebut libretto) dan skor musik. Opera adalah bagian dari tradisi musik klasik Barat. Opera menggabungkan banyak elemen teater yang diucapkan, seperti akting, pemandangan dan kostum dan terkadang termasuk tarian. Pertunjukan ini biasanya diberikan di gedung opera, disertai dengan orkestra atau ansambel musik yang lebih kecil.

Opera dimulai di Italia pada akhir abad ke-16 (dengan kehilangan Dafne karya Jacopo Peri, diproduksi di Florence sekitar tahun 1597) dan segera menyebar ke seluruh Eropa: Schütz di Jerman, Lully di Prancis, dan Purcell di Inggris membantu membangun mereka tradisi nasional pada abad ke-17. Namun, pada abad ke-18, opera Italia terus mendominasi sebagian besar Eropa, kecuali Prancis, menarik komposer asing seperti Handel. Opera seria adalah bentuk opera Italia yang paling bergengsi, sampai Gluck bereaksi terhadap tiruannya dengan opera “reformasinya” di tahun 1760-an. Saat ini figur paling terkenal dari opera abad ke-18 adalah Mozart, yang memulai dengan opera seria tetapi paling terkenal dengan opera komik Italia-nya, terutama The Marriage of Figaro, Don Giovanni, dan Cost fan tutte, serta The Magic Flute, sebuah tengara dalam tradisi Jerman.

Jacopo Peri (20 Agustus 1561 – 12 Agustus 1633) adalah seorang komposer dan penyanyi Italia dari masa transisi antara gaya Renaisans dan Barok, dan sering disebut sebagai penemu opera. Dia menulis karya pertama yang disebut opera hari ini, Dafne (sekitar 1597), dan juga opera pertama yang bertahan hingga hari ini, Euridice (1600).

Peri lahir di Roma, tetapi belajar di Florence bersama Cristofano Malvezzi, dan kemudian bekerja di sejumlah gereja di sana, baik sebagai organis maupun sebagai penyanyi. Dia kemudian mulai bekerja di pengadilan Medici, pertama sebagai penyanyi tenor dan pemain keyboard, dan kemudian sebagai komposer. Karya-karyanya yang paling awal adalah musik insidental untuk drama, perantara dan madrigal.

Pada 1590-an, Peri dikaitkan dengan Jacopo Corsi, pelindung musik terkemuka di Florence. Mereka merasa seni kontemporer lebih rendah dari karya-karya Yunani dan Romawi klasik, dan memutuskan untuk mencoba menciptakan kembali tragedi Yunani, sebagaimana mereka memahaminya. Karya mereka ditambahkan ke Florentine Camerata dekade sebelumnya, yang menghasilkan percobaan pertama di monody, gaya lagu solo lebih dari bass kontinu yang akhirnya berkembang menjadi resitatif dan aria. Peri dan Corsi membawa penyair Ottavio Rinuccini untuk menulis teks, dan hasilnya, Dafne, meskipun sekarang dianggap jauh dari apa pun yang orang Yunani akan kenal, dipandang sebagai karya pertama dalam bentuk baru, opera.

 

Rinuccini dan Peri selanjutnya berkolaborasi di Euridice. Ini pertama kali dilakukan pada 6 Oktober 1600, dan, tidak seperti Dafne, telah bertahan hingga hari ini (meskipun hampir tidak pernah dipentaskan, dan kemudian hanya sebagai curio sejarah). Pekerjaan itu memanfaatkan resital, sebuah perkembangan baru yang terjadi di antara arias dan paduan suara dan berfungsi untuk menggerakkan aksi bersama.
Peri menghasilkan sejumlah opera lain, sering kali berkolaborasi dengan komposer lain, dan juga menulis sejumlah karya lain untuk berbagai hiburan pengadilan. Hanya sedikit dari karya-karyanya yang masih dipertunjukkan hingga hari ini, dan bahkan pada saat kematiannya, gaya operasinya terlihat agak kuno jika dibandingkan dengan karya komponis reformis yang relatif lebih muda seperti Claudio Monteverdi. Namun, pengaruh Peri terhadap komposer-komposer yang belakangan itu besar.

Pertanyaan :

1.Bagian ini adalah ringkasan dari?

  1. Opera di Italia  C. pengembangan opera
    B. Camerata D. Euridice
  2. Menurut bagian ini, kapan opera modern dimulai?
    A. Pada zaman Yunani kuno
    B. Pada abad kelima belas
    C. Pada awal abad keenam belas
    D. Pada awal abad ke tujuh belas
  3. Kata yang dimaksud dalam ayat 1 mengacu
    A. opera.   B. Tanggal.    C. Era.   D. musik

4.Menurut penulis, apa yang ditulis Jacopo Peri?

  1. Tragedi Yunani.    C. Opera Maria de Medici
  2. Opera pertama.      D. opera The Camerata
  3. Penulis menyarankan bahwa Euridice diproduksi
    A. di Perancis
    B. aslinya oleh Sopocles dan Aeschylus
    Tanpa banyak keberhasilan
    D. Untuk pernikahan raja Henry IV
  4. Apa itu Camerata?
    A. Sekelompok musisi Yunani 
    B. Musisi yang mengembangkan drama musikal baru
    berdasarkan drama Yunani
    C. Gaya musik yang tidak dikenal di Italia
    D. Nama yang diberikan ke istana Raja Henry IV

7.Kata menghidupkan kembali dalam ayat 1 paling baik bisa diganti dengan
A. menghargai.    B. Lanjutkan
C. modifikasi       D. selidiki

  1. Plot kata dalam paragraf 1 tertutup artinya
    A. lokasi  B. instrumen
    C. cerita            D. inspirasi
  2. Dari apa istilah “opera” berasal?
    A. Sejarah dan mitologi Yunani dan Romawi
    B. komposer non-Italia
    C. Frasa Italia yang berarti “karya musik”
    D. Gagasan komposer Jacopo Peri.

 

 

Translate Reading 1&2 ( fadhli aqmar amajida 1721492136 )

.Reading 1

Meskipun drama panggung telah diatur untuk musik sejak zaman Yunani kuno, ketika drama Sophocies dan Aeschylus disertai oleh kecapi dan seruling, tanggal yang diterima biasanya untuk awal opera seperti yang kita tahu adalah 1600. Sebagai bagian dari Perayaan pernikahan Raja Henry IV dari Prancis dengan aristokrat Italia Maria De Medici, komposer Florentine, Jacopo Peri menghasilkan Euridice-nya yang terkenal, umumnya dianggap sebagai opera pertama. Mengikuti teladannya, sekelompok musisi Italia, penyair, dan bangsawan bernama Camerata mulai menghidupkan kembali gaya cerita musik yang telah digunakan dalam tragedi Yunani. Camerata mengambil sebagian besar plot untuk opera mereka dari sejarah dan mitologi Yunani dan Romawi, memulai proses pembuatan opera dengan menulis libretto atau drama yang dapat digunakan untuk membangun kerangka kerja untuk musik. Mereka menyebut komposisi opera mereka dalam karya musik atau musik. Dari frasa inilah kata “opera” dipinjam dan disingkat. Selama beberapa tahun, pusat opera adalah Florence di Italia Utara, tetapi lambat laun, selama periode Barok, ia menyebar ke seluruh Italia. Pada akhir 1600-an, opera sedang ditulis dan dilakukan di banyak tempat di seluruh Eropa, terutama di Inggris, Prancis, dan Jerman. Namun, selama bertahun-tahun, opera Italia dianggap ideal, dan banyak komposer non-Italia terus menggunakan libretto Italia. Bentuk Eropa menekankan aspek dramatis dari model Italia. Efek orkestra baru dan bahkan balet diperkenalkan dengan kedok opera. Komponis menyerah pada tuntutan penyanyi, menulis banyak opera yang sedikit lebih dari serangkaian trik brilian untuk suara, dirancang untuk menampilkan suara-suara indah penyanyi yang telah meminta mereka. Dengan demikian arias, resitatif, dan duet yang rumit berkembang. Aria, yang merupakan solo yang panjang, dapat dibandingkan dengan lagu di mana karakter mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka. The recitatif, yang juga merupakan jenis solo, adalah hafalan yang diatur untuk musik, yang tujuannya adalah untuk melanjutkan alur cerita. Duet adalah karya musik yang ditulis untuk dua suara, sebuah alat musik yang dapat berfungsi sebagai aria atau resitatif di dalam opera.
Kosa kata ● kecapi: Alat musik gesek dari kelas harpa yang digunakan oleh Yunani kuno ● seruling: Alat musik seperti pipa tipis, dimainkan dengan meniup melintasi lubang di satu ujung ● penyair: Orang yang menulis puisi, pembuat syair ● menghidupkan kembali: Untuk mengembalikan ke kesadaran atau kehidupan ● Plot: rencana atau garis besar (dari peristiwa sebuah cerita, terutama novel atau drama) ● mitologi: Cabang ilmu yang berhubungan dengan mitos ● libretto: Teks sebuah karya (sebagai opera) untuk musikal teater ● samaran: Bentuk atau gaya berpakaian ● Indah: Memiliki atau menampilkan kemegahan ● aria: Performa solo yang mencolok ● resitatif: Gaya vokal bebas berirama yang meniru nada suara alami dan yang digunakan untuk dialog dan narasi dalam opera dan oratorio. ● duet: karya musik untuk dua suara atau untuk dua pemain ● solo: karya musik yang akan dimainkan oleh satu orang
Question reading 1
1. This passage is a summary of

A. opera in Italy C. the development of opera B. the Camerata D. Euridice
2. According to this passage, when did modern opera begiB. In the fifteenth century
C. At the beginning of the sixteenth century
D. At the beginning of the seventeenth century
3. The word it in paragraph 1 refers to
A. opera B. Date C. Era D. music
4. According to the author, what did Jacopo Peri write? A. Greek tragedy C. The opera Maria de Medici B. The first opera D. The opera The Camerata
5. The author suggests that Euridice was produced A. in France
B. originally by Sopocles and Aeschylus C. without much success
D. for the wedding of King Henry IV
6. What was The Camerata?
A. A group of Greek musicians
B. Musicians who developed a new musical drama
based upon Greek drama

C. A style of music not known in Italy
D. The name given to the court of King Henry IV

7. The word revive in paragraph 1 could best be replaced by
A. appreciate B. Resume
C. modify D. investigate
8. The word plot in paragraph 1 is closed in meaning to A. locations B. instruments
C. stories D. inspiration
9. From what did the term “opera” derive?
A. Greek and Roman history and mythology
B. non-Italian composers
C. The Italian phrase that means “musical works” D. The ideas of composer Jacopo Peri.

  • Reading 2

photosphere, yang mungkin menjelaskan warnanya yang tampak lebih gelap. Biasanya, suhu dalam umbra bintik matahari adalah sekitar 4000 K, sedangkan suhu dalam penumbra mendaftar 5500 K, dan butiran luar di tempat itu adalah 6000 K. Sunspots memiliki ukuran mulai dari butiran kecil hingga struktur kompleks dengan area yang membentang miliaran mil persegi. Sekitar 5 persen dari semua bintik matahari cukup besar sehingga dapat dilihat dari Bumi tanpa instrumen; akibatnya, pengamatan bintik matahari telah direkam selama ribuan tahun.      Sunspots telah diamati dalam pengaturan satu hingga lebih dari seratus titik, tetapi mereka cenderung terjadi berpasangan. Ada juga kecenderungan yang ditandai untuk dua titik pasangan memiliki kutub magnet yang berlawanan. Selain itu, kekuatan medan magnet yang terkait dengan bintik matahari apa pun terkait erat dengan ukuran tempat. Bintik matahari juga telah diamati terjadi dalam siklus, selama periode sebelas tahun. Setelah awal suatu siklus, badai terjadi antara 20 dan 40 derajat utara dan selatan khatulistiwa di bawah sinar matahari. Ketika siklus berlanjut, beberapa badai bergerak semakin dekat ke garis khatulistiwa. Ketika siklus berkurang, jumlah bintik matahari berkurang ke minimum dan mereka mengelompok antara 5 dan 15 derajat lintang utara dan selatan. Meskipun tidak ada teori yang sepenuhnya menjelaskan sifat dan fungsi bintik matahari, beberapa model menunjukkan upaya ilmuwan untuk menghubungkan fenomena tersebut dengan garis-garis medan magnet di sepanjang garis bujur dari kutub utara dan selatan matahari.

Kosa kata: ● tempat: tanda kecil (ronde bulat) berbeda warna dari apa yang aktif ● bintik matahari: (astron) patch gelap di matahari pada waktu, sering menyebabkan gangguan listrik dan mengganggu komunikasi radio ● badai: kondisi cuaca buruk ● hurl: Dengan kekerasan ke arah tertentu ● stream: saat ini ● bergeser: Ubah posisi atau arah ● penumbra: sebagian wilayah yang diarsir di sekitar bayangan badan buram (khususnya di sekitar bayangan bulan atau bumi dalam gerhana) ● berbicara: Batang menghubungkan pusat roda ke tepi ● menjelaskan: menjelaskan penyebab         ● rupanya: terlihat jelas atau dipahami ● butiran: Potongan keras kecil ● polaritas: memiliki dua kualitas, prinsip, atau kecenderungan yang kontras atau tepat ● siklus: serius peristiwa yang terjadi dalam urutan yang diulang secara teratur ● diminish: membuat atau menjadi kurang ● klaster: sejumlah hal dengan jenis yang sama tumbuh berdekatan ● lintang: jarak utara atau selatan dari garis khatulistiwa dalam derajat – garis lintang ● fenomena / na: hal yang tampak atau dirasakan oleh indera ● bujur: jarak timur atau barat (mengukur dalam derajat) dari meridian, terutama Greenwich (pinggiran London timur dan barat yang diukur bujurnya) – garis bujur

Question Reading 2

1. What is the author’s main purpose in the passage?

A. To propose a theory to explain sunspots B. To describe the nature of sunspots
C. To compare the umbra and penumbra in sunspots
D. To argue for the existence of magnetic fields in sunspots
2. The word controversial in paragraph 1 is closet in meaning to A. widely accepted C. just introduced
B. open to debate D. very complicated

3. Solar particles are hurled into space by
A. undetermined causes
B. disturbances of wind
C. small rivers on the surface of the sun D. changes in the Earth’s atmosphere
4. The word particles in paragraph 1 refer to A. gas explosions in the atmosphere
B. light rays from the sun
C. liquid streams on the sun
D. small pieces of matter from the sun
5. How can we describe matter from the sun that enters the Earth’s atmosphere?
A. Very small B. Very hot C. Very bright D. Very hard
6. What does the author mean by the statement Actually, the sunspots are cooler than the rest of the photosphere, which may account for their apparently darker color?
A. Neither sunspots nor the photosphere is hot.
B. Sunspots in the photosphere do not have any color. C. The color of sunspots could be affected by their
temperature.
D. The size of a sunspot affects its temperature.
7. The word they in the paragraph 3 refers to
A. structure B. spots C. miles D. Granules
8. The word consequently in the paragraph 3 could best be replaced
by
A. as a result
B. nevertheless C. without doubt D. in this way

9. In which configuration do sunspots usually occur?
A. In one spot of varying size
B. In a configuration of two spots
C. In arrangements of one hundred or more spots D. In groups of several thousand spots

10. How are sunspots explained?
A. Sunspots appear to be related to magnetic fields on the Earth.
B. Sunspots may be related to magnetic fields that follow longitudinal lines on the sun.
C. Sunspots are explained by storms that occur on the Earth. D. Sunspots have no theory or model to explain them

Translate reading 1 & 2

1.Reading 1

Meskipun drama panggung telah diatur untuk musik sejak zaman Yunani kuno, ketika drama Sophocies dan Aeschylus disertai oleh kecapi dan seruling, tanggal yang diterima biasanya untuk awal opera seperti yang kita tahu adalah 1600. Sebagai bagian dari Perayaan pernikahan Raja Henry IV dari Prancis dengan aristokrat Italia Maria De Medici, komposer Florentine, Jacopo Peri menghasilkan Euridice-nya yang terkenal, umumnya dianggap sebagai opera pertama. Mengikuti teladannya, sekelompok musisi Italia, penyair, dan bangsawan bernama Camerata mulai menghidupkan kembali gaya cerita musik yang telah digunakan dalam tragedi Yunani. Camerata mengambil sebagian besar plot untuk opera mereka dari sejarah dan mitologi Yunani dan Romawi, memulai proses pembuatan opera dengan menulis libretto atau drama yang dapat digunakan untuk membangun kerangka kerja untuk musik. Mereka menyebut komposisi opera mereka dalam karya musik atau musik. Dari frasa inilah kata “opera” dipinjam dan disingkat. Selama beberapa tahun, pusat opera adalah Florence di Italia Utara, tetapi lambat laun, selama periode Barok, ia menyebar ke seluruh Italia. Pada akhir 1600-an, opera sedang ditulis dan dilakukan di banyak tempat di seluruh Eropa, terutama di Inggris, Prancis, dan Jerman. Namun, selama bertahun-tahun, opera Italia dianggap ideal, dan banyak komposer non-Italia terus menggunakan libretto Italia. Bentuk Eropa menekankan aspek dramatis dari model Italia. Efek orkestra baru dan bahkan balet diperkenalkan dengan kedok opera. Komponis menyerah pada tuntutan penyanyi, menulis banyak opera yang sedikit lebih dari serangkaian trik brilian untuk suara, dirancang untuk menampilkan suara-suara indah penyanyi yang telah meminta mereka. Dengan demikian arias, resitatif, dan duet yang rumit berkembang. Aria, yang merupakan solo yang panjang, dapat dibandingkan dengan lagu di mana karakter mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka. The recitatif, yang juga merupakan jenis solo, adalah hafalan yang diatur untuk musik, yang tujuannya adalah untuk melanjutkan alur cerita. Duet adalah karya musik yang ditulis untuk dua suara, sebuah alat musik yang dapat berfungsi sebagai aria atau resitatif di dalam opera.
Kosa kata ● kecapi: Alat musik gesek dari kelas harpa yang digunakan oleh Yunani kuno ● seruling: Alat musik seperti pipa tipis, dimainkan dengan meniup melintasi lubang di satu ujung ● penyair: Orang yang menulis puisi, pembuat syair ● menghidupkan kembali: Untuk mengembalikan ke kesadaran atau kehidupan ● Plot: rencana atau garis besar (dari peristiwa sebuah cerita, terutama novel atau drama) ● mitologi: Cabang ilmu yang berhubungan dengan mitos ● libretto: Teks sebuah karya (sebagai opera) untuk musikal teater ● samaran: Bentuk atau gaya berpakaian ● Indah: Memiliki atau menampilkan kemegahan ● aria: Performa solo yang mencolok ● resitatif: Gaya vokal bebas berirama yang meniru nada suara alami dan yang digunakan untuk dialog dan narasi dalam opera dan oratorio. ● duet: karya musik untuk dua suara atau untuk dua pemain ● solo: karya musik yang akan dimainkan oleh satu orang
Question reading 1
1. This passage is a summary of

A. opera in Italy C. the development of opera B. the Camerata D. Euridice
2. According to this passage, when did modern opera begiB. In the fifteenth century
C. At the beginning of the sixteenth century
D. At the beginning of the seventeenth century
3. The word it in paragraph 1 refers to
A. opera B. Date C. Era D. music
4. According to the author, what did Jacopo Peri write? A. Greek tragedy C. The opera Maria de Medici B. The first opera D. The opera The Camerata
5. The author suggests that Euridice was produced A. in France
B. originally by Sopocles and Aeschylus C. without much success
D. for the wedding of King Henry IV
6. What was The Camerata?
A. A group of Greek musicians
B. Musicians who developed a new musical drama
based upon Greek drama

C. A style of music not known in Italy
D. The name given to the court of King Henry IV

7. The word revive in paragraph 1 could best be replaced by
A. appreciate B. Resume
C. modify D. investigate
8. The word plot in paragraph 1 is closed in meaning to A. locations B. instruments
C. stories D. inspiration
9. From what did the term “opera” derive?
A. Greek and Roman history and mythology
B. non-Italian composers
C. The Italian phrase that means “musical works” D. The ideas of composer Jacopo Peri.

2.Reading 2

photosphere, yang mungkin menjelaskan warnanya yang tampak lebih gelap. Biasanya, suhu dalam umbra bintik matahari adalah sekitar 4000 K, sedangkan suhu dalam penumbra mendaftar 5500 K, dan butiran luar di tempat itu adalah 6000 K. Sunspots memiliki ukuran mulai dari butiran kecil hingga struktur kompleks dengan area yang membentang miliaran mil persegi. Sekitar 5 persen dari semua bintik matahari cukup besar sehingga dapat dilihat dari Bumi tanpa instrumen; akibatnya, pengamatan bintik matahari telah direkam selama ribuan tahun.      Sunspots telah diamati dalam pengaturan satu hingga lebih dari seratus titik, tetapi mereka cenderung terjadi berpasangan. Ada juga kecenderungan yang ditandai untuk dua titik pasangan memiliki kutub magnet yang berlawanan. Selain itu, kekuatan medan magnet yang terkait dengan bintik matahari apa pun terkait erat dengan ukuran tempat. Bintik matahari juga telah diamati terjadi dalam siklus, selama periode sebelas tahun. Setelah awal suatu siklus, badai terjadi antara 20 dan 40 derajat utara dan selatan khatulistiwa di bawah sinar matahari. Ketika siklus berlanjut, beberapa badai bergerak semakin dekat ke garis khatulistiwa. Ketika siklus berkurang, jumlah bintik matahari berkurang ke minimum dan mereka mengelompok antara 5 dan 15 derajat lintang utara dan selatan. Meskipun tidak ada teori yang sepenuhnya menjelaskan sifat dan fungsi bintik matahari, beberapa model menunjukkan upaya ilmuwan untuk menghubungkan fenomena tersebut dengan garis-garis medan magnet di sepanjang garis bujur dari kutub utara dan selatan matahari.

Kosa kata: ● tempat: tanda kecil (ronde bulat) berbeda warna dari apa yang aktif ● bintik matahari: (astron) patch gelap di matahari pada waktu, sering menyebabkan gangguan listrik dan mengganggu komunikasi radio ● badai: kondisi cuaca buruk ● hurl: Dengan kekerasan ke arah tertentu ● stream: saat ini ● bergeser: Ubah posisi atau arah ● penumbra: sebagian wilayah yang diarsir di sekitar bayangan badan buram (khususnya di sekitar bayangan bulan atau bumi dalam gerhana) ● berbicara: Batang menghubungkan pusat roda ke tepi ● menjelaskan: menjelaskan penyebab         ● rupanya: terlihat jelas atau dipahami ● butiran: Potongan keras kecil ● polaritas: memiliki dua kualitas, prinsip, atau kecenderungan yang kontras atau tepat ● siklus: serius peristiwa yang terjadi dalam urutan yang diulang secara teratur ● diminish: membuat atau menjadi kurang ● klaster: sejumlah hal dengan jenis yang sama tumbuh berdekatan ● lintang: jarak utara atau selatan dari garis khatulistiwa dalam derajat – garis lintang ● fenomena / na: hal yang tampak atau dirasakan oleh indera ● bujur: jarak timur atau barat (mengukur dalam derajat) dari meridian, terutama Greenwich (pinggiran London timur dan barat yang diukur bujurnya) – garis bujur

Question Reading 2

1. What is the author’s main purpose in the passage?

A. To propose a theory to explain sunspots B. To describe the nature of sunspots
C. To compare the umbra and penumbra in sunspots
D. To argue for the existence of magnetic fields in sunspots
2. The word controversial in paragraph 1 is closet in meaning to A. widely accepted C. just introduced
B. open to debate D. very complicated

3. Solar particles are hurled into space by
A. undetermined causes
B. disturbances of wind
C. small rivers on the surface of the sun D. changes in the Earth’s atmosphere
4. The word particles in paragraph 1 refer to A. gas explosions in the atmosphere
B. light rays from the sun
C. liquid streams on the sun
D. small pieces of matter from the sun
5. How can we describe matter from the sun that enters the Earth’s atmosphere?
A. Very small B. Very hot C. Very bright D. Very hard
6. What does the author mean by the statement Actually, the sunspots are cooler than the rest of the photosphere, which may account for their apparently darker color?
A. Neither sunspots nor the photosphere is hot.
B. Sunspots in the photosphere do not have any color. C. The color of sunspots could be affected by their
temperature.
D. The size of a sunspot affects its temperature.
7. The word they in the paragraph 3 refers to
A. structure B. spots C. miles D. Granules
8. The word consequently in the paragraph 3 could best be replaced
by
A. as a result
B. nevertheless C. without doubt D. in this way

9. In which configuration do sunspots usually occur?
A. In one spot of varying size
B. In a configuration of two spots
C. In arrangements of one hundred or more spots D. In groups of several thousand spots

10. How are sunspots explained?
A. Sunspots appear to be related to magnetic fields on the Earth.
B. Sunspots may be related to magnetic fields that follow longitudinal lines on the sun.
C. Sunspots are explained by storms that occur on the Earth. D. Sunspots have no theory or model to explain them