Category Archives: Kumpulan Tugas Mandiri

Laporan hasil usaha entrepreneurship final UAS

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Saya mendirikan usah kecil di bidang kuliner yaitu macaroni Schotle /macaroni panggang karena macaroni panggang salah satu makanan yang banyak dicari masyarakat dan masih jarang kita temukan, tujuan usaha saya ini lebih di tekankan untuk mendapatkan keuntungan dan memberikan kepuasan kepada pelanggan, dan bias diterima diberbagai kalangan masyarakat

VISI Memproduksi makanan yang bermutu sehat dan cita rasa yang sangat kuat diberbagai kalangan masyarakat.

MISI Memberikan kepuasan kepada pelanggan dan pemasaran yang luas

 

PROFIL PERUSAHAAN

image

Berikut ini adalah profil usaha yang di rencanakan :

1. Nama perusahaan : MACS’HOT

2. Bidang usaha : Usaha dagang

3. Jenis Produk : Makaroni panggang

4. Alamat : Villa tangerang Indah jl.mandiri Blok ac 2 no 11 kec. Periuk kel. Gebang ray art 05/rw 12

5. No telephone : (021)5518172/083871362836

6. Bank : BCA (bank central asi, tbk.)

7. Mulai berdiri : 22- februari-2016

 

STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

Struktur organisasi dari perusahaan ini di rencana kan hanya memiliki 3 karyawan , perincian tugas karyawan sebagai berikut :

  • karywan 1&2 bertugas dalam bidang produksi , seperti mecampur bahan dan meng oven
  • Karyawan 3 bertugas sebagai administrasi , menginput data dan pengeluaran serta pemasaran produk PRODUK PERUSAHAAN Menu produksi di perusahaan ini adalah Macaroni panggang berisi daging yang dilapisi keju(cheese) di sertai saus yang pasti bikin ketagian makanan ini banyak di cari masyarakat tapi saat ini masih jarang kita temukan , selain rasa yang nikmat macaroni ini memiliki ukuran bervariasi (Small, medium) , dengan harga yang terjangkau.

A.Keunggulan Produk

keunggulan produk kami salah satunya harga yang terangkau, selain itu macaroni panggang ini terjamin mutu nya Karena telah di setujui badan pengawas makanan Keunggulan kompetitif produk macaroni panggang yang lainnya adalah :

1. Kebersihan dan bahan bahan yang alami

2. Koki masak yang berpengalaman dan handal

3. Harga yang terjangkau dikalangan masyarakat dan ukuran yang bervbariasi

4. Pesan via online web site, pin bbm , no telephone

 

HASIL ANALISIS (SWOT)

  • Strenght (Kekuatan)

1. Memiliki mutu yang terjamin keamanan nya

2. Memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan rasa yang lezat

3. Harga yang terjangkau

4. Ukuran yang bervariasi (Small, medium)

Weaknes (Kelemahan)

1. Belum memiliki lokasi usaha (home work)

2. Promosi yang belum luas

  •  Oportunity (Peluang)

1. Dengan tetap menjaga mutu dan kepuasan pelanggan kami yakin bias bersaing di kemudian hari saat muncul pesaing

2. Kami yakin biasa diterima dipasaran masyarakat karena harga yang terjanagkau

  • Thearty (Ancaman) Muncul nya wirausaha baru yang sejenis yang berusaha menyaingi usaha kecil ini, dengan promosi dan peralatan yang canggih.

TESTIMONI :

IMG_20160302_151547IMG_20160302_151630imageimageimageimage

LAPORAN KEUANGAN

BIAYA TETAP (Fixed cost)
Oven Rp 1000.000

Gas 3 kg Rp 200.000

Baskom Rp 8.000

Peralatan lain lain Rp. 500.000


Total 
Rp 1.708.000

BIAYA VARIABEL

Macaroni Rp 15.000

Keju Rp 19.000

Susu Rp 20.500

Daging asap Rp 70.000

Bawang bombay Rp 10.000

Tepung terigu Rp 11.000

Telur Rp 16.000

Almunium foil Rp 27.000

Sendok pelastik Rp 5.000

Saus sachet Rp 15.000


Total Rp 208.500

Total biaya produksi dalam 1 kali produksi Rp 208,500 menghasilkan 50 pcs macaroni schotel Harga jual per pcs Rp 10,000 50 pcs x 10,000 = Rp 500,000 Keuntungan 1 kali produksi = Rp 500,000 – Rp 208,500 = Rp 291,500

 

PENUTUP

A.kesimpulan Demikian proposal ini saya susun dengan harapan permohonan pendirian usaha kecil yang saya dirikan dapat dikabulkan. Pembuatan proposal ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan tentang peluang dalam dunia usaha. Dari pendirian usaha ini, saya menyimpulkan bahwa berdiri nya usaha kecil ini karena kebutuhan masyarakat dan permintaan pasar yang sangat mendukung perkembangan usaha ini. Akhir dari penulisan proposal ini saya ucakapan terima kasih pada semua pihak yang ikut serta berpartisipasi dalam penyusunan proposal ini, serta saya berharap agar pelaksanaan usaha kecil ini dapat berjalan dengan baik dan lancar seperti harapan saya.

 

B.Saran Agar pelaksanaan suatu usaha dapat berjalan dengan lancar, maka saya mempunyai beberapa saran, antara lain :

1. Percaya dan yakin bahwa usaha bias dilaksanakan

2. Pandai berkomunikasi

3. Mempunyai etos kerja yang tinggi

4. Mau mendengarkan kritik dan saran dari orang lain

5. Tidak mudah putus asa

6. Mampu menghasilkan produk yang berkualitas

7. Mengutamakan kepuasan pelanggan

8. Disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif

Rangkuman Materi

PERTEMUAN 1 dan 2

KONSEP DASAR KOMPUTER

Ò  George W. Gorsline:Komputer atau sistem komputer dapat dikemukakan dalam beberapa macam tingkat konsep yang berbeda

Ò  Tingkatan Konsep Komputer:

Р Tingkat konsep elektronik

Р Tingkat konsep sakelar

Р Tingkat konsep transfer register

Р Tingkat konsep arsitektur

Р Tingkat konsep diagram blok

Ò  Tingkat Konsep Elektronik

Ò  Bentuk komputer terdiri atas sejumlah rangkaian komponen elektronika ditambah dengan komponen mekanika, magnetika, dan optik.

Ò  Rangkaian elektronika yang melaksanakan berbagai kerja komputer, yaitu;

Р menerima masukan

Р mengolah data

Р merekam informasi ke disk

Р membaca informasi dari disk

Р manampilkan data ke monitor

Р mencetak data ke printer

Р dan kerja lainnya

Ò  Tingkat Konsep Saklar

Ò  Aktifitas (kerja) yang terjadi di dalam komputer baik itu kerja yang sederhana maupun yang rumit dapat kita pandang sebagai sekumpulan gerakan terhubung atau terputus dari kumpulan – kumpulan saklar.

Ò  Komputer merupakan kumpulan dari rangkaian saklar.

Setiap saklar elektronik terdiri atas dua kedudukan atau keadaan yakni keadaan terhubung dan keadaan terputus

 

Ò  Tingkat Konsep Transfer Register

É  Berbagai kerja komputer merupakan bentuk dari pindah memindah informasi di antara berbagai register.

É  Kelompok Register – register tersebut:

Р Register logika dan register aritmetika à melakukan operasi logika dan aritmetika

Р Register akumulator à untuk menampung berbagai unsur informasi.

Р Register indeks à untuk mencatat indeks

Р Register alamat memory à untuk mencatat alamat memory

Р Register pencacah (counter) à untuk mencacah urutan program

Р Register memory à untuk menyimpan informasi

Ò  Tingkat Konsep Arsitektur

É  Kerja komputer merupakan lalu lintas informasi pada berbagai satuan pada komputer melalui berbagai bus penghubung mereka dengan suatu susunan arsitektur tertentu

Ò  Tingkat Konsep Diagram Blok

É  Pada tingkat konsep tertinggi sistem komputer, kita dapat melakukan pengelompokan – pengelompokan  ke dalam sejumlah blok, seperti;

Р blok masukan,

Р blok satuan prosessor pusat,

Р blok memory kerja,

Р dan blok lain sejenisnya.

Ò  Kerja Komputer pada Tingkat Konsep

É  Pada tingkat konsep diagram blok:

Kerja komputer sebagai lalu lintas informasi di dalam dan antar blok pada sistem komputer.

É  Pada tingkat konsep transfer register:

Kerja komputer berlangsung melalui pemindahan rincian informasi antar register.

É  Pada tingkat konsep saklar elektronik:

Kerja komputer berlangsung dalam bentuk terputus dan terhubungnya berbagai saklar elektronik di dalam sistem komputer.

Sesungguhnya kerja komputer pada semua tingkat konsep tersebut mengarah ke pengolahan data dan pengaturan alat.

Ò  Sumberdaya pada Komputer

É  Hardware (sumberdaya keras / perangkat keras)

É  Software (sumberdaya lunak / perangkat lunak)

É  Firmware (sumberdaya tegar / perangkat tegar)

Ò  Sumberdaya Keras (Hardware)

Ò  Berbagai sumberdaya fisik komputer yang membentuk komputer  dinamakan sumberdaya keras (hardware).

Contoh sumberdaya keras :

É  Prosessor

É  Memory

É  Peripheral

É  Clock

É  Sumberdaya Lunak (Software)

Komputer atau sistem memiliki berbagai informasi berupa program, data dan perintah yang tidak berbentuk fisik. Sumberdaya ini disebut sumberdaya lunak atau perangkat  lunak (software).

Ò  Sumberdaya Tegar (Firmware)

Ada orang yang mengemukakan bahwa ada sejumlah program (sumberdaya lunak) yang selalu diperlukan oleh komputer, program (sumberdaya) ini dipasang secara tetap di dalam komputer melalui perangkat keras seperti Read Only Memory (ROM/BIOS ROM).

Ò  REGISTER

Register terdapat di dalam prosessor (mikroprosessor). Banyaknya (lebar) bit yang dapat ditampung oleh register sama dengan banyaknya bit pada prosessor.

Contoh :

É  Mikroprosessor 8 bit à maka registernya dapat menampung selebar 8 bit.

É  Mikroprosessor 32 bit à maka registernya dapat menampung selebar 32 bit.

É  Nama – nama register :

É  Accumulator register

É  Index register

É  Counter register

É  Address register

É  Data Register

É  CACHE MEMORY

É  Cache memory sengaja dibuat untuk diselingkan antara prosessor dan memory kerja. Cache memory memiliki kinerja/proses yang cepat.

É  Apabila pada suatu pekerjaan terdapat kumpulan instruksi atau data yang harus bergerak bolak – balik secara berulang – ulang antara prosessor dan memory kerja, maka kumpulan tersebut untuk selanjutnya tidak dikembalikan ke memory kerja tetapi di masukkan ke memory kase agar pekerjaan lebih cepat.

É  Memory Kerja

É  Memory kerja terdapat di dalam sistem komputer dan sering disebut memory utama (main memory).

É  Memory kerja terdiri atas banyak sel memory.

É  Setiap sel memory dapat menyimpan kata yang lebarnya tergantung jenisnya.

Contoh:

DRAM satu kata = 8 bit

EDO RAM satu kata = 16 bit

SDRAM satu kata = 32 bit

DDR dan RDRAM satu kata = 64 bit.

Ò  Memory Dukung

É  Memory dukung atau sering disebut memory semu (virtual memory) diciptakan untuk mendukung atau membantu memory kerja. Apabila pekerjaan yang akan diolah berukuran besar sehingga melampaui daya tampung memory kerja.

É  Setiap pekerjaan yang besar biasanya dilaksanakan secara sebagian demi sebagian secara berurutan. Pekerjaan yang masih belum akan dikerjakan tersebut disimpan didalam memory dukung menunggu gilirannya untuk diproses.

Ò  Memory Arsip

Memory arsip merupakan alat untuk menyimpan informasi secara besar – besaran secara untuk jangka waktu yang lama.

Pada umumnya memory arsip berbentuk disk yang digerakkan oleh alat penggerak khusus, seperti :

Р hard disk

Р Disket

Р Cd

Р magnetik tape

Р …dsb.

PERTEMUAN 3

KONSEP DASAR KOMPUTER – SOFTWARE

}  Biasanya Software (sumberdaya lunak) terletak di dalam memory atau di dalam disk.

}  Jenis software yang sangat penting di dalam komputer adalah tataolah sistem

}   Secara garis besar tata olah sistem tersebut adalah

◦      Sistem Bahasa

◦      Sistem Operasi

◦      Sistem Utilitas.

}  Susunan hirarki sumber daya komputer

Tata olah Aplikasi dan berkas

Sistem Utilitas

Bahasa Sistem

Sistem Operasi Komputer

Firmware

Hardware

Sistem bahasa

◦      Sistem tata olah yang mengatur penggunaan bahasa pemrograman di dalam komputer atau sistem komputer

Komponen pada sistem bahasa

Pada umumnya bahasa pemrograman mudah dipahami oleh manusia, namun tidak dipahami  oleh prosessor komputer.

Untuk itu pada sistem bahasa terdapat:

◦      Translator (penerjemah)

◦      Run-time routine (sekelompok instruksi pelaksana)

Translator (penerjemah)

Berfungsi untuk menerjemahkan bahasa pemrograman yang tidak dipahami oleh prosessor ke dalam bahasa (micro-code atau bahasa mesin) yang dipahami oleh prosessor.

Run-time routine (sekelompok instruksi pelaksana)

Run-time routine berfungsi mengerjakan perintah yang telah selesai disusun dalam salah satu bahasa pemrograman.

}  Beberapa cara penerjemahan pada sistem bahasa:

Assembler

Compiler

Intepreter

Assembler

Assembler merakit sandi atau kode sumber (source code) yang disusun dalam bahasa rakitan (Assembly lenguage) menjadi sandi obyek (bahasa mesin) yang dapat diterima oleh prosessor.

Contoh:

Bahasa Rakitan/Assembly Language

Compiler

Compiler bertugas melakukan kompilasi bahasa pemrograman ke dalam bahasa yang dapat diterima oleh prosessor.Pada compiler seluruh source code dikompilasi terlebih dahulu sebelum dikerjakan oleh komputer.

Dengan demikian, sebelum berhasil dikompilasi program belum dapat dikerjakan oleh komputer.

}  Kompilasi

merupakan proses penerjemahan variabel dan perintah dari source code,  serta penambahan aturan-aturan yang diperlukan oleh prosessor

Contoh:

Bahasa Pascal, Bahasa C++, Borland Delphi,

VB, …dsb

Intepreter

Intepreter mirip dengan compiler, perbedaan mereka terletak pada prosedur penerjemahan.

Pada intepreter, penerjemahan terjadi sebagian demi sebagian, pada saat bagian yang sudah diterjemahkan dikerjakan oleh komputer, bagian yang lain diterjemahkan.

Sistem Utilitas

            Sistem utilitas merupakan aplikasi yang digunakan untuk mendaya gunakan sistem komputer.

            Sistem Utilitas merupakan software yang berdiri sendiri dan juga terdapat banyak jenis software utilitas.

Terdapat banyak jenis software sistem utilitas, diantaranya :

◦      Utilitas conveter

–  Konversi Media

–  Konversi Tata Urut

–  Konversi Tata Letak

◦      Utilitas kantor

–  Word processing

–  Table maker

–  Data processing

◦      … dsb

}  Sistem Operasi

}  ada beberapa orang yang memakai istilah control program, misalnya :

}  CP/M à control program for micro computer

sistem operasi komputer sebagai pelaksana perintah

”adalah pelaksana perintah pemakai komputer yang berbentuk sederhana ke bentuk kerja elektronika yang rumit di dalam komputer”

sistem operasi komputer sebagai pelaksana program ”adalah pelaksana program aplikasi komputer dan sebagai pencegah kekeliruan atau salah pakai.”

sistem operasi komputer sebagai pengelola sumber daya”adalah pengatur pemakaian sumber daya agar menjadi efisien dan pemakai komputer memperoleh layanan yang selayaknya”

}  Jenis sistem operasi:

◦      UNIX

◦      DOS

◦      LINUX

◦      CP/M

◦      APPLEII

◦      MacOS

◦      FreeBSD

◦      OS/2

◦      Windows 9X

◦      Windows NT

◦      Windows 2000

◦      Windows XP

◦      Windows 2003

◦      Windows Vista

◦      dsb

}  Dari Aspek Ukuran:

◦      Kecil

}  Contoh: dos, linux text base

◦      Besar

}  Contoh: Ms. Windows, Linux GUI, UNIX, Mac OS … dsb

}  Dari Aspek Tujuan:

◦      General Purpose

}  Contoh: DOS, Ms. Windows, Linux GUI, UNIX, Mac OS…dsb

◦      Special Purpose

}  Contoh: Windows CE, Symbian, ….dsb

}  Dari Aspek Kegiatan:

◦      Single user operating system

}  Contoh: Dos, windows 3x, windows 9x, windows ME, …dsb

◦      multi user operating system

}  Contoh: windows NT, windows 2000, windows XP, UNIX, LINUX, … dsb

PERTEMUAN 4

Perkembangan Sistem Operasi

ž  Open Shop Operation

Komputer pada masa ini tidak memiliki operating system (sistem operasi).

Setiap orang yang ingin memakai komputer harus mendaftarkan jadwal rencana pakai kepada pengelola komputer, sehingga jadwal pemakaian dapat disusun.

Pada saat jadwal pakai tiba maka pemakai komputer harus mempersiapkan komputer secara manual (seperti hubungan kabel dan saklar yang perlu diatur dsb)

ž  Operator Driven Shop Operation

Pada jaman ini persiapan terhadap komputer dilakukan oleh operator khusus.

            Operator melakukan persiapan komputer sesuai dengan kebutuhan calon pemakai yang akan memakai komputer pada jadwalnya.

ž  Off-line Operation

Komputer pada masa ini sudah menggunakan kartu lubang (puch card).

Puch card merupakan kartu berlubang.

Lubang pada kartu tersebut merupakan data – data setting dari komputer, sehingga persiapan komputer sebelum digunakan oleh pemakai lebih cepat.

ž  Buffer Operation

Disini alat masukan dilengkapi dengan memory buffer (penampung).

Data dari pita magnetik dibaca dan dimasukkan ke dalam memory buffer, dan dari pita kemudian memory buffer data masuk ke olahan komputer.

Aliran data dari memory buffer ke olahan komputer jauh lebih cepat daripada aliran data dari pita magnetik ke ke memory buffer.

Sehingga pada saat komputer sedang mengolah data pekerjaan pertama dari dalam memory buffer, maka pada saat yang sama pula data pekerjaan kedua dibaca dari pita magnetik ke memory buffer, demikian seterusnya.

ž  Spool operation

            Spool = Simultaneous Peripheral Operation On-Line.(Operasi periferal secara simultan pada saat online). Berarti kerja alat periferal berjalan secara serentak  dan simultan dengan kerja olahan di dalam komputer.

Contohnya : pada saat dilakukan pencetakan melalui printer, komputer tetap melakukan pengolahan pekerjaan.

ž  Batch multiprogramming operation

Batch multiprogramming operation, sistem operasi dapat melayani lebih dari satu program dalam bentuk tumpukan (batch).Ini berarti sistem operasi komputer harus mengatur penjadwalan prosessor dalam melayani program – program.

Selama ini sistem operasi melayani pekerjaan demi pekerjaan, hanya ada satu pekerjaan yang dilayani oleh pengolahan di dalam komputer.

ž  Time Sharing Operation

Hampir sama dengan multiprogramming operation.

Perbedaan sistem operasi time sharing operation ini dengan batch multiprogramming operation adalah            pada kecepatan giliran prosessor untuk melayani semua pemakai.

Perkembangan Sistem Operasi Time sharing vs Multiprogramming

ž  Time sharing operation jadwal antara pekerjaan berlangsung dengan singkat dan sesuai dengan prioritas dan pemakaian.

ž  Multiprogramming operation jadwal antara pekerjaan berlangsung lama, karena suatu pekerjaan harus di layani sampai selesai baru melayani pekerjaan berikutnya. Sedangkan urutannya tergantung posisi pekerjaan tersebut pada tumpukan

ž  Real-time programming operation

Pada real-time programming operation, begitu ada data masuk maka prosessor harus segera mengolah data itu.

Sedangkan pada operasi batch multiprogramming operation dan time sharing operation data yang masuk tidak langsung diolah, tergantung apakah pekerjaan pengolahannya sedang berada pada posisi dimana prosessor harus mengerjakannya.

ž  Realtime programming operation banyak digunakan pada operasi pengendalian dan pembacaan informasi secara langsung (realtime).

ž  Kerja Prosesor

ž  Pekerjaan à User à Komputer + Program (Tataolah)

ž  Program (tataolah) yang dikerjakan itu disebut task (tugas) dan disebut juga process (proses).

ž  Pelaksanaan task dan process terjadi di processor

ž  Pada program yang paling dasar (yaitu dalam bahasa mesin), kerja prosessor berlangsung melalui instruksi dalam siklus jemput dan siklus kerja.

ž  Pekerjaan dan Program

ž  Throughput à Banyaknya pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh sistem komputer dalam satu satuan waktu.

ž  Throughput sangat bergantung pada kecepatan kerja alat serta ketepatan pengelolaan berbagai sumber daya komputer.

ž  Berarti throughput juga bergantung pada sistem operasi yang digunakan pada sistem komputer

ž  Program terdiri atas serangkaian instruksi dan data dengan tujuan untuk mengolah data itu

ž  Process adalah task yang telah dijadwalkan untuk di olah prosessor

ž  Task yang belum dijadwalkan belum bisa dibilang proses.

ž  Untuk dapat memproses suatu proses, prosesor melaksanakan sejumlah kegiatan.

Kegiatan prosessor ini memanfaatkan register dan bus pada sistem prosessor, serta memanfaatkan instruksi yang terdapat di dalam memory kerja.

Dengan kata lain, setiap proses terdiri atas sejumlah instruksi dengan kegiatan jemput dan kegiatan kerjanya.

ž  Data Bus à jalur tempat informasi data berlalu lintas di antara register.

ž  Address Bus à jalur tempat informasi alamat memori berlalu lintas diantara register.

ž  Karena setiap kali hanya boleh ada satu informasi di dalam jalur itu, maka lalu lintas di dalam jalur diatur oleh clock.  Pada selang-waktu tertentu, ada informasi yang keluar dari salah satu register dan masuk ke bus serta kemudian informasi itu keluar dari jalur dan masuk ke register lain.

ž  AX à  merupakan register serba-guna yang dapat menerima berbagai informasi.

ž  BX à merupakan register lain yang menerima informasi yang akan diolah bersama dengan isi register AX.

ž  Program Counter à counter yang menunjukkan letak program di dalam memory

ž  Program terletak di dalam memori-kerja pada alamat memori tertentu.  Mereka tersusun dalam bentuk stack sesuai alamat memori.  Pada saat diolah prosesor alamat memori itu diterima oleh register PC, bahkan register PC itu akan menyaring dan menentukan alamat memori mana saja yang isinya akan dibawa ke prosesor.  Namun hanya isi memori yang alamatnya sesuai dengan program yang dibolehkan oleh PC untuk masuk ke prosesor.

ž  MAR à mencatat alamat memori yang isinya akan dicapai oleh prosesor.

ž  Alamat itu diperolehnya dari register PC dengan memasukkan alamat memori tertentu itu ke MAR, maka prosesor itu akan mencapai alamat itu di memori-kerja.  Selanjutnya akan terjadi 2 (dua) kemungkinan, yaitu :

ž  Kemungkinan Pertama : pada pembacaan data dari memori-kerja, data atau isi memori-kerja itu dibaca dengan disalin ke register data MDR (Memori Data Register)

ž  Kemungkinan Kedua : pada penulisan data ke memori-kerja, isi RD disalin ke alamat memori-kerja itu.  Kedua register itu, MAR dan MDR terus bekerja sama dalam kegiatan pengambilan dan pengiriman data dari dan ke memori-kerja.

ž  IR à Menampung instruksi atau informasi yang akan diperiksa jenisnya.

ž  Informasi program yang diambil dari memori-kerja dibawa melalui register MDR ke dalam IR.  Di dalam IR, informasi itu diperiksa, manakala informasi itu berbentuk instruksi program maka instruksi itu diteruskan ke  Control Unit (CU).  Selanjutnya, sesuai dengan isi instruksi itu, CU akan mengendalikan semua kegiatan di dalam prosesor.

ž  Kerja prosesor terdiri atas 2 (dua) siklus, yaitu :

ž  Siklus Jemput

ž  Siklus Kerja

ž  Pada siklus jemput yang dijemput adalah bagian program yang ada dalam memori-kerja dan akan diolah prosesor.

ž  Siklus kerja terjadi menyusul siklus jemput.  Dengan demikian terjadilah urutan panjang berupa siklus jemput dan siklus kerja yang terjadi berulang-ulang dan pada akhir program kegiatan itupun terhenti

ž  Urutan kerja siklus jemput :

ž  Isi PC diatur agar sama dengan alamat memori awal program didalam memori-kerja.

ž  Alamat memori dari PC itu diteruskan ke MAR.

ž  Melalui alamat di MAR isi program itu diteruskan ke IR.

ž  PC akan menambah satu bilangan sehingga siap untuk melayani siklus jemput berikutnya.

ž  Siklus Kerja:

Siklus kerja dimulai dari IR.  Biasanya isi program yang disalin ke IR itu berisikan instruksi untuk pelaksanaan sesuatu.  Instruksi itu diteruskan ke Control Unit (CU), selanjutnya CU ini akan mengendalikan seluruh kegiatan di dalam prosesor sehingga kerja yang diproses dapat dirampungkan.

PERTEMUAN 5

TUGAS DAN PROSES

¢  Menurut Silberschatz,

Suatu proses adalah lebih dari sebuah kode program, yang terkadang disebut text section.

¢  Proses juga mencakup program counter, yaitu sebuah stack untuk menyimpan alamat dari instruksi yang akan dieksekusi selanjutnya dan register.

¢  Menurut Tanenbaum,

Suatu proses adalah sebuah program yang dieksekusi yang mencakup program counter, register, dan variabel di dalamnya.

¢  Definisi – definisi proses:

—  Proses è berisi intruksi, data, program counter, register pemroses, stack data, alamat pengiriman dan variabel pendukung lainnya

—  Proses è program yang sedang dieksekusi.

—  Proses è unit kerja terkecil yang secara individu memiliki sumber daya dan dijadwalkan oleh sistem operasi.

¢  Tugas atau proses berasal dari bagian program

¢  Jenis tugas atau proses bergantung kepada jenis program, yaitu ;

—  Tugas atau proses sistem

—  Tugas atau proses aplikasi

¢  Tugas atau proses sistem, berasal dari program sistem.  Mereka datang dari sistem bahasa, sistem utilitas dan sistem operasi.

¢  Tugas atau proses aplikasi, berasal dari aplikasi

¢  Proses aplikasi memerlukan dua macam sumber daya.

            Pada suatu saat proses itu memerlukan prosesor dan pada saat berikutnya memerlukan alat  (periferal), atau sebaliknya.

¢  Penjadwalan (scheduling):

Proses pergantian penggunaan sumber daya antara prosesor dan periferal

¢  Diagram Proses Aplikasi

¢  Status proses menurut Tanenbaum:

¢  Running: pada saat menggunakan CPU pada suatu waktu.

¢  Ready: proses diberhentikan sementara karena menunggu proses lain untuk dieksekusi.

¢  Blocked: tidak dijalankan sampai event dari luar, yang berhubungan dengan proses tersebut terjadi.

¢  Status proses menurut Silberschatz:

¢  New: status yang dimiliki pada saat proses baru saja dibuat.

¢  Running: status yang dimiliki pada saat instruksi-instruksi dari sebuah proses dieksekusi.

¢  Waiting: status yang dimiliki pada saat proses menunggu suatu event (contohnya: proses I/O).

¢  Ready: status yang dimiliki pada saat proses siap untuk dieksekusi oleh prosesor.

¢  Terminated: status yang dimiliki pada saat proses telah selesai dieksekusi.

¢  Penjadwalan (scheduling) :

¢  Penjadwalan jangka pendek

¢  Mengatur penggunaan prosesor dan periferal.

¢  Yang diatur disini adalah tugas (task)

¢  Penjadwalan jangka panjang

¢  Menentukan tugas mana yang diterima menjadi proses

¢  Yang diatur disini adalah proses (process)

¢  Pada pengerjaan seperti ini, selepas status mulai, status kerja akan terus berlangsung tanpa henti sehingga pada akhirnya proses itu mencapai status selesai.

¢  Tidak selalu proses berlangsung tanpa henti dari mulai sampai selesai.  Banyak proses yang mengalami selingan berhenti

¢  Salah satu penyebab dari terhentinya kerja proses adalah pengaktifan konteks, dari pemakaian prosesor ke pemakaian alat

¢  Beberapa istilah yang perlu kita ketahui :

—  Multiprogramming à Menjalankan dua atau lebih program sekaligus dalam pelaksanaan proses. Atau sering disebut Manajemen banyak proses dengan satu pemroses

Suatu sistem Multiprogramming sudah pasti Multitasking, tetapi tidak sebaliknya

—  Multitasking à Pelaksanaan dua atau lebih tugas sebagai bagian dari program dalam persiapan pada penjadwalan.

—  Distributed Processing à Manajemen banyak proses yang dieksekusi di banyak computer yang tersebar

—  Multiprocessing à Pelaksanaan sejumlah proses yang telah dijadwalkan.

—  Multiplexing à Pemecahan suatu waktu proses yang panjang dalam bentuk penggalan – penggalan  waktu proses yang lebih pendek.

—  Time-Sharing à Pemakaian suatu sistem komputer secara bersama oleh dua atau lebih pemakai.

Suatu sistem Time-Sharing sudah pasti juga Multiprogramming, Multitasking, Multiprocessing dan Multiplexing.

INTERUPSI PADA PROSESOR

¢  Penghentian kerja prosesor merupakan suatu interupsi pada prosesor

¢  Interupsi terjadi pada pengaktifan konteks.

Karena dengan pengaktifan konteks, kegiatan prosesor untuk suatu proses dihentikan dan kegiatan prosessor dilanjutkan untuk  proses lain

¢  Cara – cara interupsi:

—  Interupsi Langsung

Interupsi dilakukan secara langsung oleh suatu aplikasi atau komponen.  Kebanyakan interupsi pada sistem komputer merupakan jenis interupsi langsung.

—  Interupsi Polling (tanya)

Pada cara interupsi polling prosessor akan bertanya (poll) kepada sejumlah aplikasi atau komponen, apakah ada diantara mereka yang memerlukan prosessor.

¢  Pembangkitan Interupsi bisa berasal dari :

—  Program Aplikasi

—  Prosessor

Biasanya prosessor melakukan interupsi apabila terjadi kekeliruan yang biasanya disebabkan oleh :

¢  Kapasitas data yang diisikan ke register melebihi kapasitas tampung.

¢  Apabila prosessor menemukan aktifitas terlarang.

—  Control Unit (satuan kendali) Biasanya control unit melakukan interupsi apabila terjadi kekeliruan pada instruksi, ada instruksi yang tidak dikenal, serta pada saat terjadi peralihan modus (dari modus pemakai ke modus monitor, demikian sebaliknya).

—  Clock Salah satu interupsi yang berasal dari clock adalah interupsi berkala (interupsi yang sering terjadi dengan periode tertentu.

—  Memory Interupsi ini terjadi apabila prosessor mengakses alamat memory yang salah.

—  I/O Perangkat Input/Output dalam melakukan aktivitasnya selalu melakukan interupsi pada prosessor.

¢  Tindak lanjut terhadap suatu interupsi meliputi sejumlah aktifitas sbb :

—  Apakah interupsi akan dilayani atau tidak ?

—  Jika dilayani, penanganan interupsi oleh interrupt handler

—  Mengatur apa yang akan dilakukan oleh prosessor selanjutnya

INTERUPSI
Interrupt Handler

¢  Jika terjadi interupsi maka kendali prosessor diserahkan ke bagian interrupt handler pada sistem operasi.

¢  Interrupt handler melaksanakan beberapa hal, diantaranya :

—  Memeriksa apakah instruksi yang sedang diolah prosessor sudah selesai atau belum, bila belum tunggu sampai selesai.

—  Merekam semua informasi proses ke dalam blok kendali proses.

—  Mengidentifikasi jenis dan asal interupsi.

—  Mengambil tidakan sesuai dengan yang dimaksud oleh interupsi tersebut.

—  Mempersiapkan segala sesuatu untuk melanjutkan proses yang terinterupsi.

PERTEMUAN 7

PROSES PADA MULTIPROGRAMMING

  • Multiprogramming:

Menjalankan dua atau lebih program sekaligus dalam pelaksanaan proses.

  • Proses berurutan dan proses serentak:

Kalau kita memiliki dua atau lebih proses, maka mereka dapat tersusun dalam keadaan berurutan atau serentak.

  • Diagram proses berurutan dan proses serentak

 

  • Proses Serentak Berpenggal

Pada prosessor tunggal, proses serentak bukan merupakan proses paralel. Pada prosessor tunggal proses serentak berarti pelaksanaan proses dilaksanakan secara bergantian secara sepenggal – sepenggal

 

  • Kerja Prosesor pada Proses Berurutan

 

Kerja Prosesor pada Proses Serentak

 

  • Pada suatu saat kerja prosessor melayani proses A, sementara ketika proses A beralih ke giliran pemakaian alat, maka kerja prosessor melayani proses B
  • Prioritas

Proses yang memiliki prioritas lebih tinggi harus didahulukan dengan diletakkan pada antrian terdepan dan menuggu proses yang sedang berlangsung selesai, untuk kemudian proses dengan prioritas tersebut dilayani oleh prosessor.

  • Preempsi

Proses yang memiliki preempsi akan langsung diletakkan di depan pada antrian dan menghentikan kerja prosessor yang sedang mengolah proses, mengeluarkan proses tersebut dari dalam prosessor sehingga proses yang dengan preempsi dapat dilayani

  • Jangka Penjadwalan

Karena preempsi maka ada proses yang dikeluarkan dari prosessor sehingga ada proses yang belum rampung.

Untuk itu sistem operasi perlu mengatur kelanjutan  dari proses yang dikerjakan sebagian itu.

Dengan demikian maka status proses pada proses multiprogram perlu ditambahkan satu status lagi.

Diagram status proses pada proses multiprogram dengan proses yang dikerjakan sebagian

  • Tiga macam penjadwalan terkait diagram diatas, yaitu :

▫         Penjadwalan jangka panjang (Long term scheduling/High level scheduling)

Mengurus masuknya pekerjaan baru berupa penentuan pekerjaan baru mana yang di terima kedalam lingkup kerja prosessor atau alat I/O.

▫         Penjadwalan jangka madia (Medium term scheduling/Intermediate level scheduling)

Mengurus masuknya pekerjaan yang pekerjaannya belum rampung akibat preempsi.

▫         Penjadwalan jangka pendek (Short term scheduling/Low level scheduling)

Mengurus masukan bagi antrian siap ke prosessor dan antrian siap ke alat I/O

  • 4 kategori kerja proses pada penjadwalan, yaitu  :
  1. Kerja proses Tanpa Preempsi dan Tanpa Prioritas
  2. Kerja proses Tanpa Preempsi dan Dengan Prioritas
  3. Kerja proses Dengan Preempsi dan Tanpa Prioritas
  4. Kerja proses Dengan Preempsi dan Dengan Prioritas

PERTEMUAN 8

—  FIFO (First In First Out)

—  SJF (Shortest Job First)

—  SRTF (Shortest Remaining Time First)

      atau

      PSPN (Preemtive Shortest Process Next)

—  HPRN (Highest Penalty Ratio Next)

—  Round Robin

TEKNIK PENJADWALAN PROSESOR

—  Proses yang tiba lebih dahulu akan dilayani lebih dahulu.

—  Kalau proses itu tiba pada waktu yang sama, maka pelayanan mereka dilaksanakan melalui urutan mereka pada antrian.

—  FIFO adalah penjadwalan tanpa prioritas dan tanpa preempsi

 

 

 

 

Nama Proses

Waktu Tiba

Lama Proses

Waktu Mulai

Waktu Rampung

Lama Tanggap

A

B

C

D

E

10:00

10:00

10:00

10:00

10:00

9’

30’

4’

8’

12’

10:00

10:09

10:39

10:43

10:51

10:09

10:39

10:43

10:51

11:03

9’

39’

43’

51’

63’

Jumlah

Rata-rata

205

41

¨  Pada teknik SJF (Shortest Job First) semakin pendek suatu proses, semakin tinggi prioritasnya

¨  SJF adalah penjadwalan dengan prioritas, tetapi tanpa preempsi

¨  Pada SJF dilakukan dua langkah sebagai berikut :

¨  Penentuan urutan prioritas berdasarkan pendeknya proses yang dilayani.

¨  Penentuan pada waktu tertentu, proses mana yang perlu dilayani oleh prosessor.

Makalah Time Sharing

Time sharing system adalah suatu teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut waktu yang diperlukan. Disebabkan waktu perkembangan proses CPU semakin cepat, sedangkan alat Input/Output tidak dapat mengimbangi kecepatan dari CPU, maka kecepatan dari CPU dapat digunakan secara efisien dengan melayani beberapa alat I/O secara bergantian.
-Kebutuhan turn arround time yang singkat dipenuhi melalui interactive computing
-Dengan interactive computing, komputer segera merespon input dari user dengan respon time yang singkat, karena setiap program memilikifixed time di CPU. Contoh : penjadualan Round Robin
-Dalam lingkungan interactive,user mengevaluasi respon time yang dikerjakan system. Salah satu cara untuk melihat respon time tersebut adalah dengan menghubungkan sejumlah terminal pada system dan menjalankan permintaan proses dari user dengan semua cara yang mungkin untuk mendapatkan respon time yang cukup baik.

      1.        Time Sharing System

Time Sharing System adalah sebuah sistem yang berfungsi membagi sumber daya yang ada pada komputer dengan cara multiprogramming dan multi-tasking. Dengan time sharing pengguna dapat berinteraksi secara bersamaan dengan menggunakan satu komputer.

         2.        Scedhuling

Scedhuling merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Adapun penjadwalan bertugas memutuskan :

a. Proses yang harus berjalan

b.Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan.

Kriteria untuk mengukur dan optimasi kinerje penjadwalan :

c.Adil (fairness)

Adalah proses-proses yang diperlakukan sama, yaitu mendapat jatah waktu pemroses yang sama dan tak ada proses yang tak kebagian layanan pemroses sehingga mengalami kekurangan waktu.

d.Efisiensi (eficiency)

Efisiensi atau utilisasi pemroses dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu sibuk pemroses.

d.Waktu tanggap (response time)

Waktu tanggap berbeda untuk :

1.    Sistem interaktif

Didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan atau transaksi sampai hasil pertama muncul di layar. Waktu tanggap ini disebut terminal response time.

2.    Sistem waktu nyata

Didefinisikan sebagai waktu dari saat kejadian (internal atau eksternal) sampai instruksi pertama rutin layanan yang dimaksud dieksekusi, disebut event response time.

e. Turn around time

Adalah waktu yang dihabiskan dari saat program atau job mulai masuk ke sistem sampai proses diselesaikan sistem. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan di dalam sistem.

f.Throughput

Adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu. Kriteria-kriteria tersebut saling bergantung dan dapat pula saling bertentangan sehingga tidak dimungkinkan optimasi semua kriteria secara simultan.

Contoh : untuk memberi waktu tanggap kecil memerlukan penjadwalan yang sering beralih ke antara proses-proses itu. Cara ini meningkatkan overhead sistem dan mengurangi throughput.

Oleh karena itu dalam menentukan kebijaksanaan perancangan penjadwalan sebaiknya melibatkan kompromi diantara kebutuhan-kebutuhan yang saling bertentangan. Kompromi ini bergantung sifat dan penggunaan sistem komputer.

Sasaran penjadwalan berdasarkan kriteria-kriteria optimasi tersebut :

a.    Menjamin tiap proses mendapat pelayanan dari pemroses yang adil.

b.    Menjaga agar pemroses tetap dalam keadaan sibuk sehingga efisiensi mencapai maksimum. Pengertian sibuk adalah pemroses tidak menganggur, termasuk waktu yang dihabiskan untuk mengeksekusi program pemakai dan sistem operasi.

c.     Meminimalkan waktu tanggap.

d.    Meminimalkan turn arround time.

e.    Memaksimalkan jumlah job yang diproses persatu interval waktu. Lebih besar angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan sistem.

 

 

 

Tipe Penjadwalan

Terdapat 3 tipe penjadwal berada secara bersama-sama pada sistem operasi yang kompleks, yaitu:

1.        Penjadwal jangka pendek (short term scheduller)

Bertugas menjadwalkan alokasi pemroses di antara proses-proses ready di memori utama. Penjadwalan dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya yang harus dijalankan.

2.        Penjadwal jangka menengah (medium term scheduller)

Setelah eksekusi selama suatu waktu, proses mungkin menunda sebuah eksekusi karena membuat permintaan layanan masukan/keluaran atau memanggil suatu system call. Proses-proses tertunda tidak dapat membuat suatu kemajuan menuju selesai sampai kondisi-kondisi yang menyebabkan tertunda dihilangkan. Agar ruang memori dapat bermanfaat, maka proses dipindah dari memori utama ke memori sekunder agar tersedia ruang untuk proses-proses lain. Kapasitas memori utama terbatas untuk sejumlah proses aktif.

Aktivitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder disebut swapping. Proses-proses mempunyai kepentingan kecil saat itu sebagai proses yang tertunda. Tetapi, begitu kondisi yang membuatnya tertunda hilang dan proses dimasukkan kembali ke memori utama dan ready.

3.        Penjadwal jangka panjang (long term scheduller)

Penjadwal ini bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi Batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif (yaitu waktu pemroses, memori, perangkat masukan/keluaran), program-program ini berprioritas rendah, digunakan sebagai pengisi (agar pemroses sibuk) selama periode aktivitas job-job interaktif rendah.

Sasaran penjadwalan berdasarkan tipe-tipe penjadwalan :

a.    Memaksimumkan kinerja untuk memenuhi satu kumpulan kriteria yang diharapkan.

b.    Mengendalikan transisi dari suspended to ready (keadaan suspend ke ready) dari proses-proses swapping.

c.    Memberi keseimbangan job-job campuran.

Strategi penjadwalan

Terdapat dua strategi penjadwalan, yaitu :

1.        Penjadwalan nonpreemptive (run to completion)

Proses diberi jatah waktu oleh pemroses, maka pemroses tidak dapat diambil alih oleh proses lain sampai proses itu selesai.

2.        Penjadwalan preemptive

Proses diberi jatah waktu oleh pemroses, maka pemroses dapat diambil alih proses lain, sehingga proses disela sebelum selesai dan harus dilanjutkan menunggu jatah waktu pemroses tiba kembali pada proses itu. Berguna pada sistem dimana proses-proses yang mendapat perhatian/tanggapan pemroses secara cepat, misalnya :

a.    Pada sistem realtime, kehilangan interupsi (tidak layani segera) dapat berakibat fatal.

b.    Pada sistem interaktif, agar dapat menjamin waktu tanggap yang memadai.

Penjadwalan secara preemptive baik tetapi harus dibayar mahal. Peralihan proses memerlukan overhead (banyak tabel yang dikelola). Supaya efektif, banyak proses harus berada di memori utama sehingga proses-proses tersebut dapat segera running begitu diperlukan. Menyimpan banyak proses tak running benar-benar di memori utama merupakan suatu overhead tersendiri.

 

             3.        Swapping

swapping adalah sebuah proses yang lambat, untuk itu diperlukan metode yang ,tepat untuk mengatur penempatan proses ke memori, agar lebih efisien. Swapping adalah sebuah proses yang  ,melibatkan modul I/O, ,memindahkan data dari storage device ke memory melewati bus.

Proses Swapping

1.    Ketika memory belum kosong, proses ditampung dahulu di sebuah medium biasanya ditampung didalam harddisk.

2.    Saat ruang memory sudah tersedia, load proses tersebut ke memory.

3.    Saat proses sudah selesai, buang seluruhnya dari memory.

4.    Kalau ada proses yang blocked (stuck), pindahkan ke medium, kemudian load proses lain yang dalam kondisi ready.

             4.        Partitioning

Partitioning adalah teknik membagi memori menjadi beberapa bagian sesuai dengan kebutuhan. Sistem operasi akan menempati bagian memori yang tetap.

Ada dua cara dalam pempartisian, yaitu :

1. Pemartisian Statis

Pemartisian Statis adalah pemartisian memori menjadi partisi tetap yang mana proses-proses akan ditempatkan pada memori yang telah dipartisi tersebut.

Berdasarkan ukuran dibagi menjadi dua, yaitu :

a.    Pemartisian dengan partisi berukuran sama

yaitu teknik pemartisian dengan cara pembagian memori dengan besar kapasitas yang sama semua. Namun kalemahannya adalah

1. Bila program berukuran lebih besar dibanding partisi yang tersedia, maka tidak dapat dimuatkan dan dijalankan. Pemrogram harus mempersiapkan overlay. Overlay adalah program dipecah menjadi bagian-bagian yang dapat dimuat ke memori. Sehingga hanya bagian program yang benar-benar dieksekusi yang dimasukkan ke memori utama dan saling bergantian. Untuk overlay diperlukan sistem operasi yang mendukung swapping.

2. Bila program lebih kecil daripada ukuran partisi yang tersedia, maka akan ada ruang yang tak dipakai, yang disebut fragmentasi internal atau pemborosan memori. Kelemahan ini dapat dikurangi dengan membuat partisi tetap dengan ukuran yang berbeda.

 

Fragmentasi adalah pemborosan memori yang terjadi pada setiap organisasi penyimpanan.

ü  Fragmentasi internal : proses tidak mengisi penuh partisi yang telah ditetapkan untuk proses

ü  Fragmentasi eksternal : partisi tidak dapat digunakan karena ukuran partisi lebih kecil dibanding ukuran proses yang menunggu di antrian.

b.    Pemartisian dengan partisi berukuran berbeda

yaitu teknik pemartisian dengan cara pembagian memori dengan besar kapasitas yang berbeda-beda.

2. Pemartisian Dinamis

Dengan menggunkan partisi statis menyebabkan memori terlalu banyak diboroskan dengan proses-proses yang lebih kecil dibanding partisi yang ditempatinya. Namun apabila menggunakan partisi dinamis maka jumlah, lokasi, dan ukuran proses di memori dapat beragam sepanjang waktu secara dinamis. proses yang akan masuk ke memori segera dibuatkan partisi untuknya sesuai kebutuhannya. Teknik ini meningkatkan utilitas memori.

Kelemahan partisi dimanis adalah dapat terjadi lubang-lubang kecil memori di antara partisi-partisi yang dipakai merumitkan alokasi dan dealokasi memori.
5.       Partitioning

Adalah sistem manajemen pada sistem operasi dalam mengatur program yang sedang berjalan. Program yang berjalan harus dimuat di memori utama. Kendala yang terjadi apabila suatu program lebih besar dibandingkan dengan memori utama yang tersedia.

Untuk mengatasi hal tersebut Sistem Paging mempunyai 2 solusi, yaitu:

Konsep Overlay
Dimana program yang dijalankan dipecah menjadi beberapa bagian yang dapat dimuat memori (overlay). Overlay yang belum diperlukan pada saat program berjalan (tidak sedang di eksekusi) disimpan di disk, dimana nantinya overlay tersebut akan dimuat ke memori begitu diperlukan dalam eksekusinya.

Konsep Memori Maya (virtual Memory)
Adalah kemampuan mengalamati ruang memori melebihi memori utama yang tersedia. Konsep ini pertama kali dikemukakan Fotheringham pada tahun 1961 untuk sistem komputer Atlas di Universitas Manchester, Inggris.

Gagasan Memori Maya adalah ukuran gabungan program, data dan stack melampaui jumlah memori fisik yang tersedia. Sistem operasi menyimpan bagian-bagian proses yang sedang digunakan di memori utama dan sisanya di disk. Begitu bagian di disk diperlukan maka bagian memori yang tidak diperlukan disingkirkan dan diganti bagian disk yang diperlukan.

Konversi Bilangan

img_0001

img_0002

img_0003-1

img_0004

binner