Category Archives: Artikel Teknologi

Tugas pertanyaan sistem informasi dan jawaban

Assalamualaikum wr.wb

Pertanyaan tentang sistem informasi,

Apa Keuntungan dan kerugian dalam pemakaian sistem informasi ? Keuntungan dan kerugian nya adalah sebagai berikut :

-Keuntungan: Membuat pekerjaan lebih efisien, karena dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin berkembang maka informasi atau  hal lain pun mudah sekali kita dapat kan dengam hanya “genggaman tangan”

-kerugian :Makin majunya sebuah informasi dengan mudah di dapatkan semakin bnayk orang menggunakan secara negative untuk penipuan dan pelanggaran tentang UU IT.

 

Tujuan dari pertanyaan: Agar kita mengetahui apa keuntungan dan kerugian dari sistem informasi tersebut, agar bisa berguna untuk kehidupan sehari-hari kita

Terimakasih sudah membaca

Wassalamualaikum wr.wb

Teknik Sampling Dan Jenisnya

Teknik sampling digunakan dalam setiap penelitian dalam berbagai bidang, termasuk pada pembuatan karya ilmiah di setiap jurusan perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian diperuntukkan untuk pembuatan tesis, skripsi, desertasi yang membutuhkan sampel sebagai bahan penelitian. Dalam metode penelitian mengenai sampel dibutuhkan teknik sampling yang sesuai dengan masalah penelitian yang diambil.

Teknik Sampling

Pengertian teknik sampling adalah sebagian dari ilmu statistik untuk metode pengambilan sampel yang diperlukan dalam sebuah penelitian. Sampel berguna sebagai bahan data yang akan di olah sehingga diperlukan pengambilan sampel yang tepat untuk menggambarkan keseluruhan populasi. Teori Sampel dan Sampling menurut Sugiyono (2011:118-127), “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dilakukan jika populasi besar dan peneliti tidak mungkin memperlajari semua yang ada pada populasi.”
Jenis-jenis teknik sampling
“Terdapat berbagai teknik sampling yang dikelompokkan menjadi dua yaitu Probability sampling dan Nonprobability sampling “.(Sugiyono,2011).

1. Probability Sampling

Probability (probabilitas) sampling adalah metode pengambilan sampel secara acak, yang memberikan peluang yang sama bagi masing-masing unsur pada sebuah populasi untuk menjadi anggota kelompok sampel. Terdapat beberapa metode pengambilan sampel dalam probabilitas sample yaitu :
• Simple random sampling : Sampel yang dipilih secara acak, yang biasanya digunaka untuk penelitian yang bersifat umum. Misalnya penelitian tentang cara belajar efektif untuk tingkatan SD, di pilih sampel siswa SD secara acak.
• Cluster Random Sampling : Metode pengambilan sampel yang dilakukan melalui pembagian satuan-satuan sampling yang besar (cluster) yang bersifat heterogen.
• Stratified Random Sampling : teknik pengambilan sampel yang digunakan pada kondisi populasi yang memiliki unsur tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Contohnya dalam menganalisa gaya kepemimpinan yang afektif dalam perusahaan divisi, sehingga memerlukan sampel atasan dari level yang paling atas hingga paling rendah.

2. Nonprobability sampling

Nonprobability sampling adalah teknik sampling yang diambil secara tidak acak, sehingga tidak semua populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk bisa di pilih menjadi sampel. hal ini berhubungan dengan unsur peluang pada sesuatu unit sampling. Terdapat beberapa metode dalam nonprobability sampling, yaitu :
• Systematic sampling : Metode yang digunakan dalam penagmbilan sampel berdasarkan pada nomor urut yang telah diberikan pada masing-masing anggota populasi. Sampel dapat diambil dengan nomor ganjil saja, genap saja, atau dengan kelipatan angka tertentu.
• Insedental sampling : merupakan penentuan sampel secara kebetulan yang di ambil oleh peneliti untuk dijadikan sebagai sumber data yang cocok bagipenelitian. Misalnya pada sistem pakar membutuhkan tenaga ahli untuk memberikan informasi mengenai kepakarannya.
• Snowball Sampling : jenis penentuan sampling yang pada awalnya hanya menggunakan sampel dalam jumlah yang kecil, kemudian semakin membesar layaknya, bola salju yang menggelinding. Misalnya sampel penelitian mengenai pengguna jenis-jenis narkoba, setelah mendapatkan sampel pertama, lalu peneliti meminta sampel pertama untuk menunjukkan sampel lain. Teknik ini biasa diperuntukkan pada sampel tertutup misalnya, penderita penyakit serius seperti HIV Aids, kaum minoritas seperti gay dan sebagainya
Pemilihan teknik sampling yang tepat akan memudahkan pengolahan data yang akurat sehingga menghasilkan kesimpulan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber : www.blogging.co.id
Penulis : Chy Rohmanah
05 April 2014

PARADIGMA METODOLOGI PENELITIAN TEKNIK INFORMATIKA

MODEL PENDEKATAN PENELITIAN REKAYASA
Forward,Reverse,Re-Engineering
(Eko Subiyantoro Widyaiswara Muda Departemen Teknologi Informasi PPPPTK BOE Malang)

Kegiatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan dengan penelitian. Penelitian itu sendiri bertujuan untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru atau menerapkan teknologi untuk memecahkan suatu masalah. Penelitian dilakukan dengan metode ilmiah. Jadi, penelitian adalah kegiatan yang menggunakan metode ilmiah untuk mengungkapkan ilmu pengetahuan atau menerapkan teknologi. Perkembangan suatu bidang ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kepentingan atau kebutuhan lahirnya teori baru, keberadaan teori lama sebagai batu pijakan, pengaruh teori dari bidang ilmu pengetahuan lainnya, serta metodologi ilmu pengetahuan yang dipergunakan.

Metodologi merupakan suatu formula dalam penerapan penelitian dimana dalam melakukan penelitian tersebut terdapat langkah-langkah dan juga hasil penelitian. Sedangkan metodologi penelitian dalam ilmu komputer/sistem informasi/teknologi informasi merupakan “langkah langkah/tahapan perencanaan dengan bantuan beberapa metode, teknik, alat (tools) dan dokumentasi dengan tujuan untuk membantu peneliti dalam meminimalkan resiko kegagalan dan menekankan pada proses/sasaran penelitian di bidang CS/IS/IT.
Penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni penelitian rekayasa dan penelitian nonrekayasa. Penelitian rekayasa dapat berupa forward engineering, reverse engineering, dan re-engineering. Hasil Penelitian Rekayasa dapat berupa model, formula, algoritma, struktur, arsitektur, produk, maupun sistem yang telah teruji, sedangkan hasil Penelitian Nonrekayasa dapat berupa teori dan keputusan yang telah teruji pula secara empiris.

Pendahuluan

Dunia mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi informasi. Penelitian-penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu komputer menemukan banyak hal dan berkontribusi terciptanya peradaban baru dalam kehidupan umat manusia. Sejak teknologi informasi dipopulerkan, pekerjaan manusia kian mudah, cepat, dan efisien. Teknik Informatika/Ilmu Komputer merupakan ilmu yang mempelajari landasan teoritis komputasi dan informasi serta penerapannya dalam sistem komputer termasuk perangkat keras maupun perangkat lunak.Ilmu Komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisis abstrak algoritma sampai subjek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, dan perangkat keras (Wiki, 2008).

Seperti ilmu-ilmu yang lain Teknik Informatika akan berdiri kokoh dan berkembang bila memiliki metode kajiannya sendiri guna menemukan kebenaran. Kebenaran merupakan realitas yang perlu digali dan ditemukan, meskipun sangat tidak mungkin untuk menemukan semua kebenaran yang ada. Kebenaran dalam Teknik Informatika meliputi kebenaran komputasi dan informasi serta penerapannya di dunia nyata.Kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan adalah kebenaran yang diperoleh melalui pengkajian ilmiah(sekalipun terdapat banyak aliran seperti positivistik, rasionalistik, fenomenologik, dan sebagainya dalam merumuskan suatu kebenaran).

Penelitian ilmiah ini dilakukan untuk mencari jawaban dari permasalahan yang terjadi saat ini. Hasil penelitian berupa karya ilmiah dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti makalah, laporan penelitian, buku-buku ilmiah, atau karya ilmiah lainnya yang dipublikasikan.Penelitian merupakan suatu proses yang sistematis (ada urutannya) dalam mengumpulkan dan menganalisa suatu data. Perlu diketahui bahwa untuk melakukan suatu penelitian membutuhkan suatu keahlian khusus. Sebagai contoh bisa kita katakan bahwa seorang peneliti bisa melakukan proyek, tapi seseorang yang melakukan proyek belum tentu bisa melakukan suatu penelitian. Seorang peneliti bisa dengan mudah menjadi seseorang yang profesional namun seorang yang profesional belum tentu bisa menjadi seorang peneliti. Pada dasarnya seorang peneliti dan seorang profesional memiliki pola pikir yang sama, bedanya adalah seorang peneliti mencoba untuk mencari dan memecahkan suatu permasalahan yang ada sedangkan profesional masalahnya sudah ada dan dia hanya dituntut untuk mencari solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Kegiatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan dengan penelitian. Penelitian itu sendiri bertujuan untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru atau menerapkan teknologi untuk memecahkan suatu masalah. Penelitian dilakukan dengan metode ilmiah. Jadi, penelitian adalah kegiatan yang menggunakan metode ilmiah untuk mengungkapkan ilmu pengetahuan atau menerapkan teknologi. Perkembangan suatu bidang ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kepentingan atau kebutuhan lahirnya teori baru, keberadaan teori lama sebagai batu pijakan, pengaruh teori dari bidang ilmu pengetahuan lainnya, serta metodologi ilmu pengetahuan yang dipergunakan.

Bidang Kajian Teknik Informatika

Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) telah mengidentifikasi perkembangan Teknik Informatika setelah tahun 1990 terbagi menjadi enam subbidang, yakni Electrical Engineering, Computer Engineering, Computer Science, Software Engineering, Information Technology, dan Information System. Berikut ini skema pembagian sub-subbidang tersebut yang diambil dari sudut pandang pendidikan.

gambar1
Gambar 1. Perkembangan keilmuan bidang ilmu komputer

Denning (2000) mengklasifikasikan Ilmu Komputer menjadi 12 subbidang. Bila direfleksikan dari sudut pandang Teori, Abstraksi (Pemodelan), dan Produk/ Sistem, maka akan terbentuk matriks seperti berikut ini.

gambar2
gambar3
Gambar 2. Bidang kajian ilmu komputer

Research Area Coverage

Pada dasarnya fokus bidang ilmu komputer mengalami pergeseran dari berbagai bidang ilmu yang antara lain electrical engineering, computer engineering, computer softwareengineering, computer science, information system dan information technology. Pergeseran bidang ilmu itu terus berkembang hingga ilmu komputer difokuskan atas dua bagian besar yaitu bidang ilmu komputer dan bidang ilmu teknologi informasi.Dipandang dari sisi penelitian, menurut Dennings terdapat tiga paradigma besar dalam penelitian teknik informatika atau ilmu komputer, yakni teori, eksperimen yang merupakan ekplorasi terhadap model dari sistem/ arsitektur dan sering disebut pula sebagai abstraksi/ pemodelan, dan desain yang menghsilkan produk/ sistem.
Teori: merupakan pendekatan yang berlandaskan pada ilmu matematika. Untuk mendapatkan suatu teori yang valid perlu dilalui proses-proses pendefinisian (definition), pembuatan teorema (theorema),pembuktian (proof), penginterpretasian hasil (interpret result).

Abstraksi/Pemodelan: merupakan pendekatan yang berlandaskan pada metode perancangan atau eksperimen. Dalam melakukan investigasi terhadap suatu fenomena hingga dihasilkan suatu model, formula, prediksi, metode, atau prototipe perlu dilalui proses-proses pembentukan hipotesis, kerangka teoritis, atau model teoritis; pembuatan suatu model, formula, prediksi, metode, atau prototipe; perancangan eksperimen; pengujian dan pengumpulan data; analisis hasil.

Produk/ Sistem: merupakan pendekatan penelitian guna menghasilkan suatu produk, sistem, tools, atau device baik hardware maupun software. Tahapan yang perlu dilakukan guna upaya pengatasan masalah meliputi perencanaan, perancangan, pembangunan, pengujian, penerapan, dan evaluasi.

gambar4
Gambar 3. Research area coverage

Penelitian dalam bidang ilmu komputer seringkali menggunakan desain eksperimental, oleh sebab itu kita harus mengetahui metodologi yang tepat untuk membantu penelitian yang dilakukan dalam bidang ilmu komputer. Selain itu juga perlu adanya pendekatan ilmiah untuk memunculkan pengetahuan baru. Didalam riset computer science, information system, IT ada dua pendekatan science dan engineering. Tapi untuk membangun sistem informasi perlu pendekatan engineering approach. Artinya membangun kontraks struktural dari riset SI/TI. Kita perlu membangun konstrak suatu produk. Perlu adanya jawaban-jawaban dari pertanyaan yang dapat mendukung. Engineering approach arahnya untuk membangun suatu product sedangkan science approach arahnya new knowlage.

Metodologi Penelitian Teknik Informatika

Metodologi merupakan suatu formula dalam penerapan penelitian dimana dalam melakukan penelitian tersebut terdapat langkah-langkah dan juga hasil penelitian. Sedangkan metodologi penelitian dalam ilmu komputer/sistem informasi/teknologi informasi merupakan “langkah langkah/tahapan perencanaan dengan bantuan beberapa metode, teknik, alat (tools) dan dokumentasi dengan tujuan untuk membantu peneliti dalam meminimalkan resiko kegagalan dan menekankan pada proses/sasaran penelitian di bidang CS/IS/IT.

Metodologi dapat juga disebut sebagai penelitian yang sistematis, penelitian ilmiah, maupun penelitian yang didasarkan pada suatu teori yang ada. Metodologi penelitian bisa berupa pemahaman terhadap metode-metode penelitian dan pemahaman teknikteknik penelitian. Metodologi penelitian tersebut berisi pengetahuan yang mengkaji mengenai metode yang digunakan dalam penelitian.

Kualitas suatu penelitian akan tampak melalui kontribusinya dalam pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat dan bagi pengembangan iptek. Oleh sebab itu penentuan rumusan masalah perlu didasari aspek manfaat dari penelitian termasuk dari sudut pandang ekonomi dan kebijakan.

Berkaitan dengan strategi pemecahan/ pengatasan masalah William J. Gephart (1972), seperti yang dikutip Miarso (2004), menyarankan suatu taksonomi strategi empirik dalam mencari kebenaran melalui pengkajian ilmiah. Usaha pencarian kebenaran ini terdiri dari empat lapis, yakni filsafat ilmu, metode umum pemecahan/ pengatasan masalah, strategi operasional, dan sekuen prosedural yang digambarkan sebagai pohon pengkajian ilmiah dengan tiga cabang yang terdiri dari Pengembangan, Penelitian, dan Penilaian.
Pengkajian ilmiah dalam bentuk Penelitian Pengembangan, atau lebih tepat disebut Penelitian Rekayasa dapat berupa:
a. Rencana (Plan),
b. Rancangan (Design),
c. Bangunan/ kontruksi (Construct),
d. Terapan (Applied), atau
e. Hasil pengembangan (Development) dari suatu Model, Sistem, atau Produk.

Rencana, rancangan, atau konstruksi dari model, sistem, atau produk hasil penelitian rekayasa harus teruji berdasarkan metode formal, metode komputasi, maupun pengujian- pengujian matematis dan metode cleanroom lainnya yang berbeda dengan metode penelitian ‘Pure Research’. Namun tidak menutup kemungkinan digunakannya metode- metode dari ‘Pure Research’ terutama pada tahapan identifikasi masalah maupun pengujian, dan metode Penelitian Evaluasi pada tahapan evaluasi hasil. Pengkajian ilmiah yang berbentuk ‘Pure Research’, atau biasa disebut Penelitian saja (termasuk Basic Research), merupakan paradigma pengkajian ilmiah yang banyak dianut para peneliti terutama yang beraliran positivistik. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui, membuktikan, dan memperoleh pengetahuan baru melalui pendekatan sistematik, akuratif, dan probabilistik. Hasil atau kesimpulannya dapat berlaku umum. Yang termasuk dalam bentuk pengkajian ilmiah seperti ini adalah penelitian:
a. Historis/ fenomenologis
b. Kasus
c. Deskriptif
d. Korelasional/ Asosiatif
e. Kausal Komparatif
f. Eksperimen

Penelitian Evaluasi merupakan pengkajian ilmiah yang bertujuan untuk memilih, memperbaiki, dan memantapkan hasil kebijakan atau program yang telah dijalankan. Hasil dari pengkajian ilmiah jenis ini berupa informasi guna mendukung pengambilan keputusan yang bersifat khusus sehingga kesimpulannya tidak bisa berlaku umum. Pendekatan yang digunakan bersifat sistemik dan berorientasi pada tujuan.

Sumber : http://www.vedcmalang.com
Penulis : Eko Subiyantoro
Jumat, 23 Agustus 2013│00:51

Ingin Tahu Berapa Biaya yang Dikeluarkan Google untuk Melobi Para Politisi Amerika?

Ingin Tahu Berapa Biaya yang Dikeluarkan Google untuk Melobi Para Politisi Amerika?

26 Apr

Dalam beberapa tahun terakhir, Google berhasil mendapatkan pemasukan yang terus bertambah. Namun keberhasilan tersebut ternyata tidak didapatkan Google dengan cara yang mudah. Nyatanya, dalam sebuah laporan yang ditulis oleh Washington Post dan dikutip dari Venturebeat, Google ternyata juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit, terutama untuk melobi para politisi Amerika.

tabel lobi google

Menurut data yang didapatkan, Google pada tahun 2012 rela mengeluarkan uang senilai 18.2 juta USD atau sekitar 208 miliar rupiah untuk lobi-lobi politik. Jumlah tersebut pun membuat Google menjadi perusahaan kedua yang mempunyai pengeluaran tertinggi dalam hal lobi melobi. Posisi pertama diduduki oleh GE. Angka tersebut pun meningkat sangat drastis dibandingkan yang telah dikeluarkan Google pada tahun 2003, yakni sebanyak 101 ribu USD.

Namun pada tahun 2013 lalu, Google nampaknya sedikit mengendurkan dana untuk aktivitas lobi para politisi ini. Di jajaran para perusahaan Amerika Serikat, pada tahun 2013 mereka menduduki posisi kelima untuk perusahaan dengan dana lobi terbanyak. Dengan begitu banyaknya uang yang dikeluarkan oleh Google untuk para politisi, tidak mengherankan kalau mereka memperoleh dukungan yang besar dari pemerintah Amerika.

via Venturebeat

Performa Dan Daya Tahan Corning Gorilla Glass

Performa Dan Daya Tahan Corning Gorilla Glass

/ October 7, 2013

Gorilla Glass merupakan kaca pelindung yang digunakan pada perangkat smartphone dan juga tablet yang di produksi oleh perusahaan bernama Corning yang berasal dari amerika serikat. Performa dan daya tahan Corning Gorilla Glass sekarang tidak hanya digunkan untuk smartphone dan tablet namun juga dihadirkan pada Notebook yang disebut Gorilla Glass NBT.

Pada tahun 2010 Gorilla Glass telah digunakan oleh 20 persen perangkat gerak diseluruh dunia. Di tahun 2012 produsen corning mengeluarkan generasi keduannya bernama Gorilla Glass 2. Dan pada tahun 2013 mereka meluncurkan Gorilla Glass 3 yang menawarkan ukuran yang lebih tipis. Corning juga mengatakan bahwa Gorilla Glass 3 akan bertahan 3 kali lebih kuat terhadap goresan.

Performa Dan Daya Tahan Corning Gorilla Glass

Performa dan daya tahan Corning Gorilla Glass mempunyai keuntungan yang berbeda dari bahan yang lain. Keuntungan Gorilla Glass antara lain yaitu

Kerusakan tahan lama
Dengan adanya Gorilla Glass kimia yang di perkuat melalui proses pertukaran ion yang menciptakan lapisan kompresi mendalam pada permukaan substrat kaca. Lapisan ini bertindak bagaikan baju untuk mengurangi pengenalan kekurangan.

Thinner formulir factor
Dimana tergantung dari spesifikasi aplikasi dan juga produsen-produsen yang terkait. Gorilla Glass dapat diproduksi dalam ketebalan mulai dari 0,4 mm sampai dengan 2 mm. bahkan bisa juga pada 0,4 mm. Gorilla Glass mempertahankan keunggulan kinerja lebih banyak bahan penutup lainnya.

Kualitas permukaan yang sangat luar biasa
Proses fusi milik Corning Gorilla Glass memberikan permukaan superior yang sama seperti pada semua teknologi tinggi pada layar substrat. Ini sangat luar biasa, proses otomoatis yang sangat baik menghasilkan kaca dengan sangat bersih, halus, permukaan yang datar dan memiliki kejelasan optic yang sangat luar biasa.

Kesesuaian untuk layar sentuh
Gorilla Glass merupakan sebuah sampul yang sangat ideal untuk digunakan pada layar sentuh. Ini merupakan lapisan yang sangat kuat untuk menangani tekanan dari permukaan intrinsic untuk perangkat layar sentuh, dan sangat tipis yang memungkinkan tanggapan yang lebih sensitive dan akurat pastinya.

Bagaimana menguji Gorilla Glass?

Di sebuah laboratorium Corning di Corning, NY peneliti melakukan pengujian tingkat perangkat untuk mensimulasikan jenis menekankan bahwa kaca penutup akan brtahan di lapangan. Studi-studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana kaca penutup dan perangkat saling berinteraksi satu sama lain dan bagaimana kaca ini dapat dipasang di berbagai kondisi. Peneliti Corning juga menganalisis mode kegagalan kaca untuk lebih memahami bagaimana kaca melakukan apa yang menyebabkan sebuah kaca gagal. Pihak Corning mengatakan bahwa menggunakan pemahaman ini untuk terus melakukan inovasi terfokus pelanggan Corning di ruang kaca penutup.

 

Via golekilmu

UGM Bikin Aplikasi Informasi Bencana

Institute of Internationel Studie UGM bersama Universitas Osaka Jepang meluncurkan aplikasi bencana CARED W-DIPS, yang bertujuan mempercepat dan memperluas jangkauan informasi bencana. Aplikasi ini bisa diunduh di Google Play.

Managing Director IIS UGM Maharani mengatakan, dalam versi pertamanya, Wide-View Disaster Information and Prediction System atau W-DIPS ini menargetkan pengguna sebanyak 10 persen dari populasi Yogyakarta. “Sebagai pilot project adalah Kota Jogja, Kabupaten Sleman dan Bantul,” kata Maharani di Gedung Fisipol, Yogyakarta, Selasa 4 Februari 2014.

Menurut Maharani, peran masyarakat sangat penting dalam menyampaikan informasi terkait dengan kondisi saat bencana dan paska bencana. Sementara itu Stevano Sukamoto, perwakilan dari Universitas Osaka-Jepang, menjelaskan aplikasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir bahkan sampai pada kasus flu burung. “Karakteristik Indonesia sama dengan Jepang. Seringkali terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Kami sudah menjalankan aplikasi ini dan semua kondisi bencana dan paska bencana bisa di ketahui lebih cepat,” kata Stevano.

Ia mengakui terciptanya aplikasi tersebut berawal dari sejumlah peristiwa gempa besar di Turki, Taiwan, Jepang, dan DI Yogyakarta. “Saya kemudian berpikir. Bagaimana supaya kami bisa cepat dan tanggap memberikan logistik kepada korban. Dari situ saya memiliki ide membuat sistem ini. Walaupun pekerjaan dalam pasca bencana adalah organisasi, apakah tidak bisa dari individu untuk mengetahui keadaan bencana tersebut dari lokasi.

“Cara kerja aplikasi bencana ini juga sangat mudah. Pengguna tinggal mendownload di Google Playstore, kemudian mendaftar. Memang aplikasi ini masih butuh masukan karena itu kami akan bekerja sama dengan BPBD dan PMI.” Untuk aplikasi bencana yang dibuat oleh PT Gamatechno, menurut Novan Hartadi selaku Manajer Riset, pengguna akan mendapatkan tiga bahasa yakni Indonesia, Inggris dan Bahasa Jawa. “Nantinya akan ada peta yang menjelaskan kawasan rawan bencana, dan wilayah yang membutuhkan bantuan lebih cepat. Diharapkan informasi dari sistem yang dikembangkan itu dapat mengurangi intensitas dari kerusakan,” kata dia.

Stevano Sukamoto menambahkan, aplikasi bencana tersebut sangat mudah karena untuk sementara baru bisa di download di smartphone. “Siswa SMP dan orang tua bisa membaca aplikasi ini, karena aplikasi ini sangat mudah.”

Kepala PMI DIY, Harry Zudianto menyambut baik peluncuran aplikasi bencana tersebut. “Namun yang harus menjadi catatan adalah jangan sampai informasi yang masuk hanya untuk kepentingan individu. Harus ada semacam proteksi,” kata mantan Walikota Jogja ini. Caranya, sambung Herry Zudianto adalah yang boleh menjadi pengguna aplikasi bencana relawan yang tedaftar di lembaga yang resmi.

Sementara itu Krisnadi Setiawan, Kepala bidang program TRC BPBD DIY mengatakan saat ini informasi yang paling besar menyumbang melalui radio dan sosial media. “Tapi setahun lalu, kami mendapati dua kali informasi yang hoax,” kata dia.

Selasa, 4 Maret 2014 | 15:19 | Hadi Suprapto
Laporan: Ochi April / Yogyakarta
Sumber: viva.co.id

Apple Gagal Blokir 23 “Gadget” Samsung

Apple kehilangan kesempatan memblokir 23 produk ponsel pintar dan tablet Samsung secara permanen di Amerika Serikat setelah Pengadilan Federal San Jose, California, menolak permintaan Apple, Kamis (6/3/2014). Hakim Lucy Koh, yang memimpin persidangan, menyatakan dalam dokumen pengadilan bahwa Apple belum punya hak untuk “memblokir produk Samsung secara permanen”. Apple menggugat Samsung karena produk seri Galaxy dinilai melanggar hak paten dengan meniru desain dan fitur yang ada di iPad dan iPhone. Keputusan yang diambil Koh ini tidak serta-merta menguntungkan Samsung. Sebab, Koh menambahkan, denda yang harus dibayarkan Samsung atas kerugian yang diderita Apple sebesar 290 juta dollar AS.

Pada November 2013 lalu, Koh mengatakan, Samsung harus membayar denda 640 juta dollar AS dari tuntutan awal sebesar 1,05 miliar dollar AS yang ditetapkan pada 2012. Dengan bertambahnya denda ini, berarti Samsung diwajibkan membayar 930 juta dollar AS ke Apple. Seperti dikutip dari CNet, Koh membuka kesempatan bagi Apple dan Samsung untuk mengajukan banding. Nampaknya, kedua perusahaan teknologi besar ini akan mengajukan banding lantaran permintaannya tak dipenuhi.

Sengketa hak paten antara Apple dan Samsung berlangsung sejak 2010. Mulanya, Apple mengajak Samsung bernegosiasi untuk membayar lisensi paten karena Apple merasa produk keluarga Galaxy telah meniru iPhone dan iPad. Namun, Samsung tak bersedia membayar lisensi paten hingga akhirnya Apple membawa kasus ini ke meja hijau. Selain di Amerika Serikat, sengketa paten antara kedua perusahaan juga berlangsung di Inggris, Belanda, Jerman, Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

Penulis: Aditya Panji | Jumat, 7 Maret 2014 | 14.09 WIB

Editor: Reza Wahyudi

Sumber: www.kompas.com | CNET

Samsung Pamer TV 4K dan Mesin Cuci Pintar di Bali

1716298samsung-tv-uhd780x390

Samsung menggelar ajang pameran produk terbaru se-Asia Tenggara di Bali, Kamis (20/2/2014). Dalam ajang bertajuk “Samsung Forum” ini, dipamerkan berbagai perangkat yang akan dirilis ke pasar sepanjang tahun 2014 ini. Samsung Forum sendiri merupakan ajang tahunan untuk media dan rekan bisnis Samsung. Skala acara ini pun cukup besar, yaitu mencakup wilayah Asia Tenggara dan juga Oseania. Tahun ini, acara tersebut dipusatkan di Nusa Dua Convention Center, Bali.
Salah satu perangkat yang mendapat perhatian besar pada penyelenggaraan kali ini adalah perangkat TV yang mendukung resolusi UHD atau biasa dikenal dengan nama 4K. Menurut Moon Soo Kim, President and CEO Samsung Asia, pasar TV UHD memang akan meningkat drastis hingga tahun 2017 mendatang. Oleh karena itu, Samsung seperti ingin memperlihatkan kesiapannya bermain di pasar ini.
“Permintaan TV UHD akan meningkat hingga 60 juta unit di tahun 2017,” ujar Kim.
Salah satu produk TV yang dipamerkan dalam ajang ini adalah U9000. Seri tersebut diperkenalkan untuk pertama kalinya pada ajang Consumer Electronic Show bulan Januari lalu. TV ini diklaim sebagai perangkat dengan layar sentuh pertama yang mendukung resolusi UHD.
Dalam pameran kali ini, Samsung memamerkan U9000 dalam ukuran 105 inci, 78 inci, 65 inci, dan 55 inci. Sayangnya, tidak semua ukuran layar tersebut akan hadir di Indonesia, melainkan hanya 78, 65, dan 55 inci saja. Selain TV seri tersebut, Samsung juga memamerkan dua seri TV UHD lain, yaitu S9 dan U900.

1723069mesincuci300x400

Samsung memamerkan sebuah mesin cuci terbaru bernama WW9000 yang bisa dikendalikan dari ponsel Android, di Nusa Dua, Bali, pada Kamis (20/2/2014). Dari divisi home appliance, Samsung memamerkan sebuah mesin cuci terbaru bernama WW9000.

Produk ini memiliki berbagai fungsi yang menarik. Salah satunya adalah fungsi cuci yang berbeda untuk berbagai macam pakaian. Sebagai contoh, apabila pengguna ingin mencuci celana jeans, suhu air, durasi cuci, dan jumlah putaran, akan diatur seoptimal mungkin untuk celana itu.

Istimewanya, perangkat ini dapat dihubungkan ke smartphone Android. Dengan menggunakan aplikasi tertentu, pengguna dapat mengontrol mesin cuci ini melalui ponsel.
Dari segi kamera, Samsung memamerkan produk-produk terbarunya yang akan segera masuk ke pasaran, seperti Samsung NX30 dan Galaxy Camera 2. Samsung pun tidak melupakan produk-produk dalam kategori mobile. Perangkat seperti Galaxy Note Pro dan Galaxy Tab Pro terlihat dipamerkan di acara Samsung Forum ini.

Penulis: Deliusno | Kamis, 20 Februari 2014 | 17.26 WIB
Editor: Reza Wahyudi
Sumber: kompas.com