SI330Z – Assignment 11 Lulu Khairunnisa 1611495285

    1. Pertanyaan
      Tugas Anda sekarang ini adalah :

      1. Cari Prinsip-Prinsip Sistem Manajemen Mutu  ISO 9001 : 2008 dan ISO 9001 : 2015
      2. Jabarkan apa perbedaan prinsip isi antara ISO 9001 : 2008 dengan ISO 9001 : 2015
      3. Jelaskan menurut pendapat Anda mengapa isi (prinsip) dari ISO 9001 Tahun 2015  lebih sedikit (berkurang)  dari ISO 9001 Tahun 2008!
    2. Status tercapai 100%
    3. Keterangan saya mengerjakan tugas ini dengan baik
    4. Pembuktian 
      1.) Prinsip Manajemen Iso 9001-2008

      1. Fokus Pada Pelanggan
      2. Kepemimpinan
      3. Keterlibatan Karyawan
      4. Pendekatan Proses
      5. Pendekatan Sistem Pada Manajemen
      6. Perbaikan yang terus menerus
      7. Pendekatan Faktual pada Pengambilan Keputusan
      8. Hubungan yang Saling Menguntungkan dengan Pemasok

            Prinsip Manajemen Iso 9001-2015

      1. Fokus Pelanggan
      2. Kepemimpinan
      3. Keterlibatan Orang
      4. Pendekatan Proses
      5. Peningkatan
      6. Pengambilan Keputusan Berbasis Bukti
      7. Manajemen Hubungan

        2.)

        • Istilah baru untuk dokumen

        Pada ISO 9001:2008, dibedakan antara dokumen mutu (documents) dan rekaman mutu (records). Pada ISO 9001:2015 keduanya disebut sebagai informasi terdokumentasi (documented informati0n). Dengan penggabungan istilah ini, organisasi diberikan kebebasan dalam menentukan informasi terdokumentasi yang dibutuhkan. Tidak lagi dipersyaratkan harus dalam bentuk prosedur (seperti 6 prosedur wajib).

        • Tidak Ada Prosedur Wajib

        ISO 9001:2015 sepertinya berupaya untuk menghilangkan kesan bahwa penerapan ISO 9001 hanya bertumpu pada pembuatan SOP atau prosedur saja. ISO 9001:2015 tidak lagi terlalu mementingkan dokumen. ISO 9001:2015  berorientasi kepada proses. Meskipun, keberadaan sistem dokumentasi tetap diperlukan. Hanya saja disederhanakan menjadi “Informasi terdokumentasi”.

        • Manual Mutu Tidak Wajib

        Banyak yang merasa manual mutu hanyalah dokumen formalitas yang tidak memberi manfaat tambahan. Oleh karena itu, keberadaan manual mutu di ISO 9001:2015 tidak wajib. Ini bukan berarti manual mutu yang sudah dibuat harus dihapus. Kita masih boleh menggunakannya bila dibutuhkan.

        • Management Representative Tidak Harus Ada

        ISO 9001:2015 tidak mewajibkan keberadaan management representative yang harus ditunjuk secara resmi. Ini bisa jadi agar penerapan ISO 9001 diharapkan tidak hanya bertumpu pada seorang penanggug jawab saja. Setiap orang, khususnya penanggung jawab dari setiap bagian / divisi / departemen memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015

        • Tidak ada pengecualian klausul (exclution)

        ISO 9001:2008 membolehkan pengecualian salah satu dari klausul atau subklausul 7 bila ada peraturan yang tidak relevan. Tidak ada satupun klausul ISO 9001:2015 yang secara tegas menjelaskan tentang kebolehan mengecualikan salah satu klausul ISO 9001:2015.

        • Mengganti Istilah Preventive Action dengan Risk Management

        Ini salah satu unsur perubahan yang paling signifikan dari ISO 9001:2015. Istilah tindakan pencegahan kini diganti dengan cakupan yang lebih luas, yaitu manajemen resiko.

        • Membedakan Istilah Produk dan Jasa

        Produk menurut ISO 9001:2008 bisa berupa barang dan jasa sebagaimana yang tercantum pada klausul 3 mengenai Istilah dan Definisi:

        Bila di seluruh naskah Standar Internasional ini di temukan istilah “produk” , ia dapat juga berarti “jasa”

        Pada versi ISO 9001:2015, keduanya dibedakan untuk memberikan batasan yang jelas antara barang dengan jasa.

        • Mengganti beberapa Istilah

        Ada beberapa istilah yang diganti pada versi ISO 9001:20015. Diantaranya:

        • “supplier” diganti dengan “external provider”
        • “Purchased Product” diganti dengan “Externally provided products and services”
        • “Work Environment” diganti dengan “Environment for the operation of the process”

        Bila dilihat, perubahan istilah tersebut bertujuan agar istilah yang digunakan tidak terkesan hanya berkaitan dengan barang saja tetapi juga termasuk jasa. Perubahan istilah ini bukan berarti perusahaan yang telah menerapkan ISO 9001:2008 wajib mengganti istilah yang ada. Istilah yang sudah ada masih bisa digunakan sesuai kebutuhan

        3.)Pembaharuan versi terakhir ISO 9001:2015 datang dengan fokus yang benar-benar berbeda dari versi sebelumnya yang terlalu banyak persyaratan dokumen dan form. ISO 9001:2015 tidak lagi terlalu mempersoalkan dokumen, ia fokus pada performa perusahaan dengan pendekatan pemikiran berbasis resiko (risk-based thinking) dan konsep rencanakan – lakukan – periksa – perbaiki (Plan – Do – Check – Action) yang diterapkan di seluruh level organisasi. Salah satu perubahan utama pada ISO 9001:2015 adalah adanya pendekatan yang sistematis terhadap resiko, alih-alih menganggapnya sebagai sebuah standar manajemen tersendiri di luar sistem manajemen mutu. Pada ISO 9001:2008, memang sudah terdapat salah satu aspek dari manajemen resiko mengatur salah satu prinsip manajemen resiko:

        Organisasi harus menentukan tindakan untuk menghilangkan penyebab-penyebab dari ketidaksesuaian potensial dalam rangka pencegahan timbulnya kejadian”

        Akan tetapi, keberadaannya terpisah dari keseluruhan sistem, berdiri sendiri sebagai salah satu dari sekian banyak proses yang diatur dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.

Leave a Reply