Assigment 9 Komunikasi Data – Ginanjar Putro Wicaksono

1. Apakah yang menjadi perbedaan mendasar dari Proses Direct dan Indirect Delivery ?
2. Jelaskan apakah yang dimaksud konsep forwarding !
3. Apakah yang dimaksud dengan routing table ?
4. Sebut dan Jelaskan karakteristik dari Static dan Dynamic Routing Table!
5. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan Distance Vector Routing, kemudian sebutkan contohnya!
6. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan Link State Routing, kemudian sebutkan contohnya!
7. Jelaskan pemahanan anda mengenai broadcasting dan multicasting !

Jawaban !

1.) Direct Delivery

1. Dalam direct Delivery, host yang merupakan tujuan dari packet berada pada network physical yang sama dengan host pengirim.

2. Pengirim dapat dengan mudah mengetahui apakah metode pengiriman terjadi secara langsung.

3. Yang dilakukan adalah mengekstrak IP Address tujuan dengan subnetmasknya dan membandingkan dengan IP Address pengirim, apabila terjadi kesamaan maka metode pengirimannya adalah direct

Indirect Delivery

1. Situasi dimana pengirim dan penerima tidak berada pada network physical yang sama. Dalam hal ini adalah packet dikirimkan melalui router ke router sampai akhirnya tiba di penerima.

2. Perlu diketahui juga bahwa dalam inderect Delivery, pengirim terakhir adalah direct delivery

2.)

  • Forwarding memiliki arti memposisikan packet dalam suatu
    rute ke tujuan.
  • Proses forwarding memerlukan sebuah host atau router
    untuk membentuk sebuah routing table.
  • Pada saat sebuah host atau router memiliki packet untuk
    dikirimkan atau apabila router menerima packet untuk di
    forward, mereka melihat informasi dari routing table untuk
    mengetahui tute yang diperlukan utuk mencapai tujuannya.
  • Solusi ini hampir mustahil untuk dilakukan di kondisi
    dimana internet memiliki routing table yang banyak dan
    menjadi tidak efisien dalam melakukan kegiatan untuk
    melihat ke routing table.

3.) mask : field ni berisi informasi mengenai subnet mask dari sebuah alamat network

network Address : field ini berisi informasi mengenai network Andrea dari sebuah host dimana packet akan dituju.

Next-hop Address  : field Ini berisi informasi mengenai next-hop router dimana packet akan dikirimkan.

Interface : field ini berisi informasi nama dari interface

Reference count : field ini berisi informasi mengenai berapa banyak user yang berada pada router ini pada saat ini. Sebagai contoh, apabila terdapat 5 orang terkoneksi ke host ini pada router maka nilainya akan tertera angka 5

use : field ini berisi informasi mengenai banyaknya packet yang di transmisikan ke router ini untuk host yang ingin dituju.

4.) Static Routing Table

– memiliki informasi yang dientry secara manual yang dilakukan oleh administrator. Informasi routing di entri ke table. Ketika sebuah table dibuat, table tersebut tidak dapat melakukan update secara otomatis apabila terjadi perubahan terhadap internet. Table tersebut harus dirumah secara manual oleh administratornya.

– static routing table dapat digunakan dalam sebuah jaringan yang jarang mengalami perubahan atau dalam jaringan untuk eksperimen.

Dynamic Routing Table

– dynamic routing table terupdate secara periodik, dengan menggunakan salah satu dynamic routing protocols seperti

RIP

OSPF

Atau BGP

– pada saat terjadi perubahan terhadap jaringan, maka routing protocol akan melakukan perubahan terhadap routing table yang mungkin terjadi karena shutdown atau jaringan putus secara otomatis.

– jaringan internet membutuhkan informasi yang dinamis untuk menjaga konektivitas terhadap jaringan.

5.)

Dinamakan distance vector karena faktanya route-route di advertise sebagai sebuah vektor (jarak, arah) / (distance,direction), dimana jarak ditentukan oleh metric dan arah merupakan router next-hop. Misalnya, “Network A adalah network sejauh 5 hop dan dapat dicapai dari arah router X”. Setiap router mempelajari jalur-jalur dari sudut pandang router tetangganya dan kemudian meng-advertise jalur-jalur dari sudut pandangnya sendiri. Karena setiap router sangat tergantung pada informasi tetangganya, protokol routing distance vector sering disebut.

Distance vector routing adalah proses routing berdasarkan arah dan jarak dalam penetapan jalur terbaik (the best path) hanya melibatkan jumlah hop (hop count).

Beberapa Contoh distance vector routing antara lain:

  • Routing Information Protocol (RIP) for IP
  • XNS RIP dari Xerox Networking System
  • IPX RIP dari Novell
  • Systems Internet Gateway Routing Protocol (IGRP) dan Enhanced Internet Gateway Routing Protocol (EIGRP) dari Cisco
  • DNA Phase IV dari DEC
  • Routing Table Maintenance Protocol (RTMP) dari AppleTalk

6.)

Disebut Link state protocol karena penentuan routingnya dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari router-router lain. Informasi berisi tentang status atau kondisi (state) terkini dari link-link yang terhubung dengannya. Kemudian akan dipilih “cost” link yang terhubung dengannya. Kemudian akan dipilih “cost” yang terendah untuk mencapai tujuan. Link state dikembangkan menggunakan algorithma Shortest Path, seperti algorithma Djikstra’s.

Link state routing memiliki philosophy yang berbeda dari distance vector routing. Dalam link state routing, setiap node yang ada pada domain memiliki informasi secara lengkap mengenai seluruh topology baik itu informasi node dan juga links.

Informasi mengenai bagaimana mereka terkoneksi yang menyangkut type, cost (metric), dan kondisi dari links (up or down)

Setiap node menggunakan Dijkstra’s algorithm untuk membentuk routing table.

Beberapa Contoh link state antara lain:
  • OSPF ( Open Short Path First )
  • IS-IS ( Intermediate System to Intermediate System )

7.)

Menurut saya Broadcasting adalah distribusi audio atau video yang mengirimkan sinyal program kepada alat yang dipakai untuk berkomunikasi dengan orang banyak .

 

Multicasting adalah metode mengirimkan data UDP kepada sejumlah penerima yang tertarik menerima data-data ini.

Leave a Reply