Assignment 14

  1. Pengertian Hadits.
  • Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan atau hukum dalam agama Islam.
  • Hadits berkedudukan ke dua setelah A-Qur’an sebagai sumber Hukum, sedangkan Ijma dan Qiyas menempati berikutnya .
  • Hadits/As-Sunah sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an sesuai  Sabda Rasul, yang diriwayatkan Abu Dawud dengan sanad yang shoheh Hadits Riwayat Ahmad dalam Musnad IV/130. No hadits 4604. “Ketahuilah sesungguhnya aku diberi  Al-Qur’an dan (sesuatu) yang serupa dengan-nya, yakni As-Sunah”.
  • Hadits sering dinamakan juga As-Sunah.

 

  1. Pengertian Sunah Menurut Para Ahli.
  • Menurut Ahli Hadis : Sabda, pekerjaan, ketetapan, sifat (watak budi atau jasmani) atau tingkah laku Nabi Muhammad SAW, baik sebelum menjadi Nabi maupun  Dengan ini , Sunah sinonim dengan  Hadits menurut ulama Hadis.
  • Menurut Ahli Ushul Fiqih : Sabda nabi Muhammad SAW yang bukan berasal  dari Al-Qur’an, pekerjaan atau ketetapannya.
  • Menurut Ahli Fiqih : Hal-hal yang berasal dari nabi Muhammad SAW, baik ucapan maupun pekerjaan tetapi hal itu tidak wajib dikerjakan.
  • Menurut dalam syair Arab : Penyair khalid sunah = tradisi, penyair Labid sunah = aturan, Penyair hasan bin Tsabit sunah = tradisi/aturan.
  1. Pengertian Sunah Dalam Al-Qur’an.
  • Surat An-Nisa ayat 26 (wa yahdiikum sunana –al-ladzina min qoblikum ( bermakna jalan = tata cara, pendapat Imam Al-Qurtubi).
  • Surat Al-Anfal, 38 : fa- qod madhot sunnatal awaliin, sunah menurut Ibnu Katsir yaitu aturan.
  • Surat Al-Fath, 23 : ‘Sunnatallahi latii qod kholat min qoblu, menurut Ibnu Katsir yaitu Tata cara atau kebiasaan.
  1. Pengertian Sunah dalam Sabda Rasul.
  • Menurut Ibnu hajar bermakna tata cara atau tradisi,  sesuai hadits dari Abu Said , Ata bin Yasir , Rasul bersabda : “Kamu semua niscaya akan mengikuti ‘sunah’ orang-orang sebelum kamu, sejengkal, demi sejengkal- sedepa demi sedepa…..”
  • Hadits “…..Barangsiapa yang tidak suka kepada sunahku, maka  berarti ia tidak termasuk golongan-ku”.
  • Sunah berarti Syariah dan tata cara yang wajib. Ibnu Buraidah mengatakan, ia diberitahu Abdullah Al-Mujanni bahwa nabi Muhammad SAW bersabda : “Sholatlah kamu sebelum sholat maghrib” dan pada ketiga kalinya nabi menambahkan kata-kata “Bagi yang mau” sebab Beliau khawatir kalau hal itu dianggap sunah oleh orang-orang, sunah di sini bermakna Syariah dan tata cara yang wajib.
  1. Hadis Qudsi Dan Hadis Nabawi.
  • Hadis Qudsi : secara bahasa Qudsi berasal dari quds bermakna kebersihan, kesucian. Sehingga Qudsi mengesankan Rasa Hormat.Quds-taqdis = tathir (suci, bersih).
  • Secara definisi Hadis Qudsi : Hadis yang oleh Nabi SAW disandarkan pada Allah, maka Rasul sebagai perawi kalam Allah dengan lafal dari nabi sendiri.
  • Hadis Qudsi mempunyai dua periwayatan : pertama, RASUL BERSABDA SEPERTI YANG DIRIWAYATKAN DARI ALLAH contoh H.R Imam Muslim dari Abi Hurairah Rasul bersabda : “Wahai hambaku, sesungguhnya aku telah mengharamkan perbuatan dholim pada diriku, dan aku haramkan pula  untuk kalian. Kedua : RASUL BERSABDA, ALLAH BERFIRMAN contoh. H.R Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, Allah SWT berfirman : “Aku selalu dalam persangkaan hambaku terhadap aku, dan aku selalu bersamanya, Apabila dia mengingat-Ku  niscaya Aku mengingat-nya.
  • Hadis Nabawi : Apa saja yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan dan sifat.
  • Hadis Nabawi yang berupa perkataan {Qauli) contoh “Inamaa al- ‘amalu bi niyati”, berupa perbuatan (fi’li) hadis tentang sholat “sholluu ka-maa roaitumuu-nii usholi “.  Sedangkan berupa persetujuan atau ketetapan (taqriri) hadis tentang makan biawak yang dihidangkan  serta persetujuan perang. Sedangkan berupa sifat nabi SAW bermuka cerah, perangai halus, tidak berbicara kotor, tidak suka mencela dan tidak berteriak keras.
  • Hadis Nabawi ada dua sifat : Taufiqi (yang disimpulkan oleh Rasulullah menurut pemahaman terhadap Al-Qur’an. Karena beliau punya tugas menjelaskan Al-Qur’an. Kedua bersifat Tauqifi (Kandungannya diterima oleh Rasulullah dari Wahyu. Lalu Beliau menjelaskan kepada manusia dengan kata-katanya sendiri.
  1. Perbedaan Hadis Qudsi Dan Al-Qur’an
  • Al-Qur’an Kalamullah, yang lafalnya langsung disampaikan kepada Rasulullah, merupakan mukjizat, hadis qudsi bukan kalamulah.
  • Al-Qur’an dinisbatkan langsung kepada Allah SWT, Hadis kudsi terkadang dinisbatkan pada Allah terkadang tidak.
  • Isi Qur’an dinukil secara mutawatir sehingga kepastiannya mutlak, Hadis Qudsi kebanyakan khabar ahad kepastiannya masih dhonni (dugaan).
  • Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah baik dalam sholat maupun luar sholat, membaca hadis Qudsi diberi pahala secara umum saja.
  1. Pengertian Risalah
  • Risalah Bila diambil akar bahasa Arab “Ro-SA-La/ar-sa-la ) berarti mengutus atau berkirim surat. Namun bila dimaknai sesuai dengan kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu : yang dikirimkan, edaran atau karangan ringkas mengenai masalah di ilmu pengetahuan.
  • Karena risalah itu banyak macamnya, maka tidak mudah dan sama untuk mendefinisikan secara umum tentang risalah.
  1. Macam-Macam Risalah
  2. Risalah Paripurna (Membahas Allah dalam Berbagai sudut Pandang)
  3. Risalah Tauhid ( membahas tentang pengertian Tauhid, macam tauhid dll).
  4. Risalah Utama (Risalah Rasulullah, Risalah Al-Hadits, Risalah As-Sunah).
  5. Risalah Para Rasul ( tentang 25 para nabi dan rasul).
  6. Risalah Kitab-Kitab Wahyu ( Al-Qur’an, Injil, Taurot, Zabur).
  7. Risalah Fiqih (Pengertian Fiqih, Ushul Fiqih, Pendapat dan karya ulama ushul dan fiqih, dll).
  8. Penjelasan Ringkas Risalah
  • Risalah Paripurna membahas tentang  Allah SWT  ( Allah mengabulkan doa hamba-Nya, Allah menambah nikmat hamba-Nya yang bersyukur,  Rahasia berserah diri dan tawakal kepada Allah SWT, Allah meletakan kebaikan dalam tiap peristiwa, Allah membuat wajah orang beriman bercahaya dll.).
  • Risalah Tauhid : bila diambil dari akar katanya “tau-hid” berarti menjadikan sesuatu satu. Dasar tauhid surat An-Nahl : 36  ‘’……Sembahlah Allah dan jauhilah tagut, kemudian diantara mereka ada yang diberi petunjuk Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan….”. Tauhid ada tiga jenis , pertama Rububiyah (mentauhidkan Allah lewat apa yang dikerjakan Allah SWT, kedua Uluhiyah yaitu mengesakan Allah SWT lewat pekerjaan hamba (berdoa, roja’, khauf, mahabbah), serta Tauhid Asma wa shifat Allah yaitu mentauhidkan Allah SWT lewat sifat-sifat dan asma Allah SWT.
  • Risalah Kitab-Kitab Wahyu : Zabur atau Mazmur yaitu sejenis puji-pujian, berasal dari bahasa kata PSALLO yang berarti memainkan musik atau memetik jari. Mazmur juga berarti kidung,lagu atau iringan musik yang menyertai nyanyian atau lagu.
  • Taurot atau Torah : Kitab ini sudah diragukan keasliannya sebab ditulis tidak dari satu sumber namun dari empat sumber yaitu : YAHWIST, ELOHIST, DEUTERONOMIS, DAN PRIESTER yang ditulis oleh banyak penulis berkisar tahun 900sm-500sm. Saat itu lingkungan dan suasana berbeda-beda (Israil,Yehuda, Babilonia) yang kemudian oleh penulis akhir disimpulkan dan diberi nama KITAB TAURAT.
  • Demikian juga Empat Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yahya) juga tida orisinil lagi, sebab penulisannya dari 4 dokumen A, B, C dan Q menjadi injil sementara : MATIUS, INTERMEDIER, PROTO LUKAS DAN PROTO YAHYA sampai menjadi injil sekarang yang definitif : MATIUS, MARKUS, LUKAS dan YAHYA telah banyak mengalami perubahan. (sumber M. Darojat Ariyanto – Fakultas agama Islam Univ. Muhammadiyah Surakarta. Jl. A.Yani Pabelan, Tromol PO. I. Kartasura Surakarta 57102).
  • Risalah 4 pemuda Muslim dalam Memikul Risalah : Dasar Risalah adalah surat Al-Ashr sehingga menghasilkan 4 pilar yakni : Al-Ilmu/Memahami Islam, Al-Amalu Bih/mengamalkan, Ad-Dakwatu Alaih/mendakwahkan, As-Shobru ‘alal Adzafih/Sabar dalam memikul amanat.

Leave a Reply