Indahnya Revisi

Jumat 21 Februari 2014 lalu, saya dan kawan-kawan telah melaksanakan sidang komprehensif skripsi. Setelah pelaksanaan sidang tersebut, saya hanya tinggal menunggu hasil nilai dan revisi yang diberikan oleh Dewan Penguji.

Dan taraaaa.. Saya mendapatkan nilai A !!! Iya, A aja. hehehe ga ada embel-embel plus-nya(+)  gituu.. Revisi yang diberikan juga mudah. Dengan diberikan waktu revisi 10 hari dari tanggal pelaksanaan sidang hari Jumat lalu. Berarti Senin batas akhir pengumpulannya.

Tapi selesai dapet nilai dan pemberitahuan revisi itu, ga langsung di revisi. Tapi refreshing dulu. Sabtu Minggu-nya, meliburkan diri kasih waktu “me time” buat diri sendiri. Seninnya baru deh temuin pak Yusup selaku Dewan Penguji 1, bersama dengan kawan Elis yang lain. Kemudian pak Yusup memeriksa satu persatu laporan skripsi kami yang disimpan di Widuri, dan langsung kami lakukan revisi saat itu juga hingga selesai dan meminta tandatangan beliau. Kemudian hari berikutnya menemui ibu Meta selaku Ketua Penguji untuk melakukan revisi dan tandatangan. Lalu menemui miss Hani selaku Penguji 2 untuk meminta tandatangan juga.

Okeee revisi laporan DONE !

Kemudian Selama Senin Selasa Rabu Kamis kemarin, diisi juga dengan menonton sidang teman-teman yang lain.

Nah baru deh hari Jumat, saya dan Indri melakukan print laporan langsung dari PDF Widuri, susun urutan lampiran,  kemudian fotocopy, kemudian hardcover. Dan hardcover ini baru selesai dan bisa diambil hari Senin !!! Padahal hari Senin itu pengumpulan. Hadeeuuhh..

Nah, hardcover selesai diambil Senin sore. Pas mau ngumpulin ke RPU,, ada desas desus bahwa “semua harus ketikan, ga boleh ada tulisan tangan.” Buru-buru deh, semua tulisan tangan diganti dengan ketikan dengan cara ditempel. Yang ditempel itu kertas yang dicetak dari SIS. Yaitu lembar pengesahan skripsi, lembar persetujuan pembimbing, lembar persetujuan penguji. Ada kolom tanda tangan, dan nama serta NIP/NID nya harus ditulis sendiri. Juga harus ditambahkan judul laporan penelitiannya di setiap lembar tersebut. Tahun akademik dan tanggal tanda tangannya juga harus diganti. Jadi mesti print dulu tulisan yang mau diketik, trus fotocopy, kemudian tempel. Alhasil tangan pun belepotan lem. REC penuh guntingan kertas. Lumayan cape bolak balik RIC, RFC, REC.. ahhahaha *indahnya revisi bisa bantu bikin kurus..*

Trus entah kenapa, kaki melangkah menuju RPU sekalian bawa hardcover sebelum pukul 16.45. Setelah di cek lagi,, ternyataaaa…

Bisa kalian bayangkan bagaimana muka saya yang kusut lelah dan penuh lem?? Karena setelah melakukan revisi, trus menyerahkan laporan ke RPU ternyata masih ada yg harus di revisi… ckckckck

Setelah memperbaiki revisi yang diminta RPU,, buru-buru,, kemudian balik lagi ke RPU, dan ternyata…

RPU udah tutup!!!! Jarum jam menunjukkan pukul 17.05 WIR. Bisa kah kalian bayangkan betapa indahnya revisi yang saya lakukan.. Revisi 2x cape-cape eh pas mau dikumpul lagi, TUTUP. 🙂 indah sekaliii.. Alhasil harus besok pagi kumpulin lagi ke RPU. Semoga di terima dan ga didenda. Amiinn..

Esok harinya..

Mau kumpulin hardcover nih ke RPU,,  semoga di terimaaaa.. *sebelum dikumpulin, narsis duluu..* hahaha. Sesi foto selesai, dan Alhamdulillah, hardcover pun diterima tanpa denda. Karena kemarin sudah coba diserahkan tetapi harus revisi, sehingga dikumpulkan besok. *maksudnya sekarang*. How thick my research report..

ps: kalo mau kumpulin hardcover, pastikan dalam laporan skripsi semuanya ketikan. kerjakan revisimu jangan tunggu sampe mepet. kumpulin aja langsung, jangan denger kata orang yang bilang “harus ini harus itu”.

Leave a Reply